Menkes Terima Sumbangan 5 Unit Ambulans Untuk Korban Tsunami NAD

Share
By May, 08 2005
Menkes Terima Sumbangan 5 Unit Ambulans Untuk Korban Tsunami NAD

Menteri Kesehatan DR. Dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K) secara simbolis menerima bantuan 5 unit ambulans untuk beberapa rumah sakit di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)dari Pemimpin Umum Bisnis Indonesia/Komisaris Utama PT Jurnalindo Aksara Grafika Prof. Dr. Soekamdani Sahid Gitosardjono di Wisma Bisnis Indonesia Jakarta, 7 Mei 2005.

Menkes dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas Program Dana Kemanusiaan pembaca Harian Ekonomi Bisnis Indonesia dan Harian Umum Solopos (DKPBI) yang memberikan bantuan 5 unit ambulans untuk rumah sakit di daerah yang mengalami gempa bumi dan tsunami NAD.

Menurut Menkes, keberhasilan penanganan penderita Gawat Darurat tergantung pada kecepatan dan ketepatan penanganan awal mulai dari tingkat pra-rumah sakit, rumah sakit sampai pada tingkat antar rumah sakit. Dengan penanganan yang cepat, tepat dan cermat diharapkan dapat meminimalkan kecacatan/kematian yang tidak perlu. Hal itu tidak terlepas dari dukungan sarana transportasi khususnya ambulans yang memadai.

Depkes telah mengembangkan penanganan kegawardaruratan dalam Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu sejak beberapa tahun terakhir sebagai bagian dari Program Safe Community (Masyarakat Sehat dan Aman) yang melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, guna menjamin kesamarataan (equity), keterjangkauan dan kesinambungan (sustainability) pelayanan kesehatan sebagai perwujudan hak azasi manusia.

Menkes mengharapkan, semua ambulans yang berada di Prov. NAD dan Sumatera Utara dapat dikoordinir dalam suatu sistem, sehingga dalam keadaan bencana ambulans-ambulans tersebut dapat dimobilisir secara tersistem. Mudah-mudahan untuk selanjutnya harian Bisnis Indonesia dan harian Solopos serta organisasi yang lain dapat berperan aktif membantu Depkes dalam melayani masyarakat.

Prof. Dr. Soekamdani S. Gitosardjono, Pemimpin Umum Bisnis Indonesia dalam laporannya menyatakan, selain menyerahkan 5 unit ambulans DKPI secara bersamaan juga mengirimkan sejumlah buku bacaan dan alat tulis, Al Quran dan perlengkapan ibadah seperti mukena dan kerudung serta bergero dan selimut.

Prof. Soekamdani mengharapkan, bantuan 5 unit ambulans ini bisa membantu operasional rumah sakit sekaligus me-recovery kondisi masyarakat Aceh khususnya terkait dengan bidang kesehatan. Seluruh dana yang dihimpun sepenuhnya disalurkan kepada korban bencana alam khususnya di Aceh dan Sumut, karena itu seluruh biaya yang timbul dari penyaluran bantuan dan operasionalisasi program DKPBI ditanggung Bisnis Indonesia tanpa mengambil dana yang dihimpun dari pembaca. Kelima unit ambulans tersebut disumbangkan untuk RS Meuraksa, RS Kesdam, RS Cut Nyak Dien di Meulaboh dan Dinas Kesehatan Prov. NAD.

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait