Perkembangan Banjir Bandang di Kab. Teluk Wondama Prov. Papua Barat

Share
By October, 11 2010
Perkembangan Banjir Bandang di Kab. Teluk Wondama Prov. Papua Barat

Perkembangan permasalahan kesehatan akibat banjir bandang di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat sampai dengan tanggal 10 Oktober 2010 pukul 22.00 WIB:

Perkembangan permasalahan kesehatan akibat banjir bandang di Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat sampai dengan tanggal 10 Oktober 2010 pukul 22.00:

Pada tanggal 4 Oktober 2010 pukul 08.30 WIT telah terjadi bencana banjir bandang di Distrik Wassior, Kabupaten Teluk Wondama, Provinsi Papua Barat. Akibatnya sarana jalan dan listrik terputus.

Sampai saat ini korban yang meninggal dunia sebanyak 145 orang dan korban yang hilang sebanyak 123 orang. Korban yang dirujuk sebanyak 274 orang dengan rincian sebanyak 126 orang dirujuk ke RSUD Manokwari (masih dirawat inap sebanyak 26 orang, rawat jalan sebanyak 58 orang dan 42 orang pulang sembuh), sebanyak 123 orang dirujuk ke RSUD Nabire (masih dirawat inap 6 orang, rawat jalan sebanyak 18 orang dan pulang sembuh 1 orang), sebanyak 25 orang di RSAL Manokwari dan 1 orang di RS Makassar. *)

Banjir bandang ini juga menyebabkan beberapa fasilitas kesehatan rusak yaitu Rumah Sakit (rusak berat), Puskesmas Distrik Wasior dan Puskesmas Wondiboi (rusak berat), sarana penunjang berupa genset di Puskesmas Distrik Wasior dan Puskesmas Wondiboi rusak berat, rumah dinas dokter sebanyak 4 unit, rumah dinas paramedis sebanyak 2 unit di Puskesmas Wasior dan Rumah dinas dokter sebanyak 1 unit, rumah dinas paramedis sebanyak 6 unit di Puskesmas Wondiboi (rusak berat), gudang Farmasi sebanyak 1 unit rusak berat dan 1 unit rusak ringan, mess dokter dan perawat (rusak berat), Kantor Dinkes Kab. Teluk Wondama, rumah dinas dokter sebanyak 8 unit dan rumah dinas perawat sebanyak 18 unit rusak berat dan 4 unit rusak ringan di komplek perkantoran Dinkes Kab. Teluk Wondama, mobil ambulans sebanyak 1 unit rusak berat, Pustu Rado (rusak berat) dan Pustu Dotir (rusak ringan). *)

Terjadi pengungsian sebanyak 3.186. dengan rincian sebanyak 670 orang di Lapangan Kodim Manokwari dan, 233 orang di Nabire dan 2.283 orang di Kab. Teluk Wondama (di rumah kerabatnya masing-masing).

Jumlah kumulatif pasien rawat jalan yang berobat di Pos-Pos Kesehatan di Distrik Wasior adalah sebanyak 1.163 orang.

Upaya yang telah dilakukan adalah evakuasi korban, salah satunya dengan menggunakan helikopter yang dikirim dari Kabupaten Manokwari. Jajaran kesehatan setempat mendirikan 8 Pos Kesehatan yaitu di Kaibi, Maei (Aitumeri), kantor bandara, Pendopo/kantor bupati, Lauan, Maimare, Muru dan Wasior.

Kemenkes memobilisasi bantuan sebagai berikut:

  • 4 Oktober 2010 :
  • Dinkes Provinsi Papua Barat memobilisasi Tim Kesehatan sebanyak 7 orang (2 orang dokter umum,1 orang dokter gigi dan 4 orang paramedis.
  • PPK Sub Regional Papua memobilisasi tenaga kesehatan sebanyak 11 orang (3 di antaranya yaitu 2 dokter dan 1 perawat telah berada di lokasi) dan 8 orang dari Dinkes Kab. Nabire (4 dokter dan 4 perawat) serta menyiapkan dukungan logistik.
  • KKP Manokwari mengirimkan tim sebanyak 3 petugas kesehatan (1 orang dokter, 2 orang perawat)
  • 5 Oktober 2010 :
  • PPK Sub Regional Papua memobilisasi tenaga kesehatan sebanyak 5 orang dari Dinkes Provinsi Papua (1 dokter orthopedi dan 4 perawat)
  • KKP Manokwari mengirimkan tim pertama sebanyak 3 petugas kesehatan (1 orang perawat, 1 sanitarian, 1 logistik), tenda, obat-obatan dan perlengkapan kesehatan.
  • Kemenkes mengirimkan kantong mayat sebanyak 100 buah, obat paket banjir sebanyak 1 ton dan MP ASI sebanyak 1 ton.
  • Dinkes Kab. Manokwari mengirimkan 10 petugas kesehatan (3 orang dokter dan 7 orang perawat).
  • Dinkes Kab Nabire mengirimkan 8 petugas kesehatan yang terdiri dari 4 orang dokter dan 4 orang
  • 6 Oktober 2010 :
  • Kemenkes mengirimkan tim kesehatan (PPK 5 orang, Ditjen Bina Kesmas 5 orang, Ditjen P2PL 2 orang).
  • Dinkes Prov. Papua Barat mengirimkan Tim Kesehatan sebanyak 10 orang (4 dokter umum dan 6 paramedis)
  • KKP Manokwari mengirimkan tim sebanyak 5 petugas kesehatan (1 orang dokter, 2 orang perawat, 2 Sanitarian), obat-obatan, handscoon, sepatu boot, sarung tangan panjang, kacamata pelindung dan desinfektan.
  • 7 Oktober 2010 :
  • Kemenkes memberikan bantuan operasional sebesar 50 juta untuk Dinkes Kab. Teluk Wondama.
  • PPK Regional Sulawesi Selatan mengirimkan 1 buah orthopedic set.
  • Dinkes Prov. Papua Barat mengirimkan alat pengendali vektor (mist blower).
  • PPK Regional Jawa Timur telah memberikan 1 ton obat-obatan, 1 Ton MP- ASI, 100 Kantong Mayat untuk KRI Dr. Suharso (rumah sakit terapung TNI AL).
  • Kemenkes mengirimkan ATS sebanyak 55 vial dan Antibiotik injeksi sebanyak 240 vial dan mengirimkan bantuan Air Rahmat 200 botol, Kantong sampah 1000 buah, Aqua Tab 500 table dan P.A.C 500 sachet.

  • 8 Oktober 2010 :
  • Kemenkes mengirimkan PAC 1000 sachet, aquatab 5000 tablet, air rahmat 500 botol, insectisida lalat 100 ltr, insectisida nyamuk 50 ltr, masker 5000 bh, kelambu 1000 buah, larvasida utk malaria 50 kg, larvasida utk dbd 50 kg, hygiene kit 120 set, 5000 polybag, kantong mayat 200 buah dan tenda 20 unit.

  • 9 Oktober 2010
  • PPK Reg Sub Papua mengirimkan dasinfektan 10 lt, lisol 20 lt, Detol 6 karton, kaporit 15 kl.
  • Jajaran kesehatan di lokasi bencana, melakukan penyemprotan dasinfektan untuk pengendalian vektor penyakit potensi wabah ke daerah lokasi bencana.

  • 10 Oktober 2010
  • Kemenkes mengirimkan 20 buah spanduk Pos Kesehatan dan 30 buah rompi.

Sampai saat ini pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Teluk Wondama, Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, PPK Sub Regional Papua dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan.

*) BeritaTerbaru

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait