PERKEMBANGAN GEMPA BUMI DI PROVINSI JAWA BARAT TANGGAL 11 SEPTEMBER 2009

Share
By September, 12 2009
PERKEMBANGAN GEMPA BUMI DI PROVINSI JAWA BARAT TANGGAL 11 SEPTEMBER 2009

Perkembangan informasi tentang bencana gempa bumi tektonik di Provinsi Jawa Barat tanggal 11 September 2009 sampai pukul 16.00 WIB.

Berikut ini adalah perkembangan informasi tentang bencana gempa bumi tektonik Tasikmalaya tanggal 110 September 2009 sampai pukul 16.00 WIB, yang terjadi pada tanggal 2 september 2009 pukul 14.55 WIB dengan kedalaman 30 Km yg berlokasi di 8.24 LS - 107.32 BT 142 Km Barat Daya Tasikmalaya, Jawa Barat. Gempa bumi tektonik tersebut mengakibatkan sebanyak 217.712 bangunan rusak dengan rincian 213.307 unit rumah, 1.221 unit sekolah, 2.859 masjid/mushola, dan 325 unit perkantoran.

Korban yang meninggal dunia sampai saat ini berjumlah 72 orang yaitu 71 orang di Prov. Jawa Barat (Kab. Bogor 2 orang, Kab. Sukabumi 2 orang, Kab. Bandung 12 orang, Kab. Bandung Barat 0 orang, Kab. Tasikmalaya 4 orang, Kota Tasikmalaya 5 orang, Kab. Ciamis 7 orang, Kab. Garut 9 orang, Kab. Cianjur 30 orang) dan 1 orang di Prov. DKI Jakarta (RS. Medistra, Jakarta Selatan). Korban yang masih hilang sebanyak 28 orang di Kab. Cianjur Prov. Jawa Barat. Korban luka berat/rawat inap sebanyak 370 orang yaitu 364 orang di Prov. Jawa Barat dan 6 orang di Prov. DKI Jakarta. Jumlah korban yang masih dirawat inap Rumah Sakit sebanyak 37 orang di Prov. Jawa Barat. Korban luka ringan sebanyak 1.098 orang yaitu 1.060 orang di Prov. Jawa Barat dan 38 orang di Prov. DKI Jakarta.

Korban yang dirawat jalan di Poskes di 5 kabupaten sebanyak 27.658 orang. *)

  • Tidak terdapat kasus campak.
  • Di Kab. Ciamis terdapat 2 kasus penyakit jiwa. 1 kasus baru muncul pasca terjadinya gempa dan 1 lagi merupakan kasus lama yang kambuh pasca terjadinya gempa.
  • Rinciannya sebagai berikut :

No

Kabupaten/

Kota

Jumlah Poskes

Pasien Rawat Jalan di Poskes

Persentase Jenis Penyakit

ISPA

MATA

KULIT

DIARE

CAMPAK

JIWA

LAIN-LAIN

1

Kab. Sukabumi

1

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

2

Kab. Tasikmalaya

44

8.841

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

3

Kab. Bandung

16

11.258

n.a

n.a

n.a

169

n.a

n.a

n.a

4

Kab. Cianjur

9

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

5

Kab. Ciamis

14

1.220

410

n.a

27

27

n.a

n.a

656

6

Kab. Garut

12

6.252

1.706

259

92

188

n.a

n.a

4.007

7

Kota Tasikmalaya

5

87

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

n.a

JUMLAH

101

27.658







Keterangan : n.a = tidak ada data

Pasien yang dirawat tanggal 11-9-2009 di RS Lapangan Depkes di Kec. Pengalengan Kab. Bandung sebanyak 194 orang. Rinciannya sebagai berikut : *)

  • Rawat Inap : 9 orang (1 orang pilang sembuh)
  • Rawat Jalan : 164 orang
  • Rujuk : 4 orang
  • Poli Kebidanan : 16 orang
  • Partus : 1 orang

Pelayanan kesehatan melalui mobil klinik di Kec. Pengalengan Kab. Bandung sebanyak 542 orang. *)

Terjadi pengungsian sebanyak 64.536 orang di Prov. Jawa Barat di 164 titik pengungsian.

Sarana kesehatan yang rusak yaitu 2 RS (Kab. Sumedang, Kab Garut), 44 Puskesmas (12 unit di Kab. Tasikmalaya, 1 unit di Kab. Kuningan, 7 unit di Kab. Ciamis, 5 unit di Kab. Cianjur, 8 unit di Kab. Garut, 4 unit di Kota Sukabumi, 3 unit di Kota Tasikmalaya, 3 unit di di Kota Banjar dan 1 unit di Kab. Cilacap.), 67 Pustu (18 unit di Kab. Tasikmalaya, 5 unit di Kota Tasikmalaya, 27 unit di Kab. Garut , 14 unit di Kab. Ciamis, 1 unit di Kab. Cianjur, 1 unit Kota Sukabumi dan 1 unit di Kab. Purwakarta), 4 Polindes (2 unit di Kab. Tasikmalaya dan 2 unit di Kab. Garut) dan 37 Rumah Dinas (7 unit di Kab. Tasikmalaya, 1 unit di Kota Tasikmalaya, 15 unit di Kab. Garut, 7 di Kab. Cianjur, 1 unit di Kota Banjar, dan 6 unit di Kab. Ciamis).

Upaya penanggulangan yang telah dilakukan oleh jajaran kesehatan, sebagai berikut :

1. Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat

  • Evakuasi korban.
  • Memberikan pelayanan kesehatan rawat inap bagi korban luka berat di 10 Rumah Sakit.
  • Mengirimkan Tim Bantuan Kesehatan ke lokasi sebanyak 20 orang (dokter dan paramedis)
  • Memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan di 101 Pos Kesehatan oleh 495 dokter, 464 perawat, 152 tenaga kesehatan lain dan 700 DASIPENA. Tenaga Kesehatan yang terlibat berasal dari Dinas Kesehatan Kab/Kota yang tidak terkena bencana gempa. Organisasi Profesi (IDI,IDAI, IBI, PPNI, dll), Fakultas Kedokteran (UNPAD, Universitas Maranatha, Universitas Jenderal Ahmad Yani ) dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES), Kesehatan TNI (Kostrad, Marinir), Kesehatan Polri, PMI, Mer-C, BSMI dan LSM.
  • Mendistribusikan 27 paket obat bencana ke lokasi bencana.
  • Melakukan pemantauan di lokasi bencana.

2. RSUP Hasan Sadikin mengirimkan Tim Bantuan Kesehatan ke lokasi bencana sebanyak 2 Tim :

  • Tim I sebanyak 30 orang (spesialis bedah dan perawat).
  • Tim II sebanyak 20 orang (spesialis anak dan perawat).

3. Dinas kesehatan Prov. DKI Jakarta :

  • Evakuasi korban.
  • Memberikan pelayanan kesehatan rawat jalan dan rawat inap di 9 Rumah Sakit.
  • Melakukan pemantauan di lokasi bencana.

4. Dinas Kesehatan Prov. Jawa Tengah :

  • Mengirim bantuan ke Dinkes Kab. Cilacap yaitu : 50 dos MP ASI biskuit, 30 kotak hygine kit, obat-obatan, kaporit dan PAC.
  • Memberikan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan di Kec. Kedungreja.
  • Penyediaan air bersih oleh PDAM.
  • Mengoperasionalkan water purifier untuk back up air bersih di Kec. Kedungreja.

5. Departemen Kesehatan :

  • Mendirikan Rumah Sakit Lapangan di Kec. Pengalengan Kab. Bandung pada tanggal 8 September 2009.
  • Mendistribusikan MP-ASI sebanyak 7 ton untuk Dinas Kesehatan Prov. Jawa Barat (5 kabupaten yaitu Kab. Tasikmalaya, Kab. Bandung, Kab. Cianjur, Kab. Garut, dan Kab. Ciamis), serta Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah (Kab. Cilacap) masing-masing sebanyak 1 ton.
  • Mendistribusikan obat dan bahan habis pakai sebanyak 10 ton untuk 5 kabupaten yaitu Kab. Tasikmalaya, Kab. Cianjur, Kab. Garut, Kab. Bandung, Kab. Ciamis, masing-masing sebanyak 2 ton.
  • Memberikan ATS 1.500 IU sebanyak 100 vial ke Dinkes Prov. Jawa Barat.
  • Mengirimkan tim RHA (Penilaian cepat kesehatan), tim kesehatan, tim Surveilans dan Tim Kesehatan Psikososial ke lokasi bencana.
  • Memberikan bantuan biaya operasional 150 Juta rupiah ke Dinkes Prov.Jawa Barat yang selanjutnya akan di bagikan ke Dinkes Kabupaten/Kota yang terkena bencana
  • Memberikan bantuan 25 kantong mayat , 90 kg Kaporit, 24 botol air rahmat dan 2 dos lem lalat untuk Dinkes Kab. Cianjur.
  • Memberikan bantuan 20 veltbed untuk Dinkes Kab. Tasikmalaya.
  • Memberikan bantuan 500 PAC , 500 polybag, 10 dos air rahmat, 2 dos lem lalat untuk Dinkes Kab. Garut.
  • Memberikan bantuan 500 PAC , 90 kg Tawas, 36 botol air rahmat, 2 dos lem lalat untuk Dinkes Kab.Ciamis.

Saat ini permasalahan kesehatan masih dapat diatasi. Pemantauan tetap dilakukan oleh seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dan Dinas Kesehatan Provinsi yang mengalami kejadian gempa bumi tektonik serta Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.

Keterangan : *) Informasi terbaru

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait