PERKEMBANGAN GEMPA BUMI TEKTONIK KOTA PADANG DAN KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT TANGGAL 8 OKTOBER 2009 PUKUL 16.00 WIB

Share
By October, 08 2009
PERKEMBANGAN GEMPA BUMI TEKTONIK KOTA PADANG DAN KOTA PARIAMAN PROVINSI SUMATERA BARAT TANGGAL 8 OKTOBER 2009 PUKUL 16.00 WIB

Perkembangan gempa bumi tektonik Provinsi Sumatera Barat tanggal 8 Oktober 2009 hingga pukul 16.00 WIB.

Gempa bumi dengan kekuatan 7,6 SR terjadi di Provinsi Sumatera Barat pada hari Rabu (30/9) pukul 17.16 WIB dengan MMI III - VII. Wilayah yang paling parah terkena dampak gempa yaitu Kota Padang, Kota Pariaman, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Pasaman Barat, Kab. Agam, Kab. Solok dan Kota Solok. Gempa bumi tersebut juga dirasakan dengan intensitas lebih rendah di 5 provinsi lainnya yaitu Prov. Sumatera Utara (Tapanuli Selatan, Sibolga dan Gunung Sitoli), Prov. Riau (Pekan Baru dan Duri), Prov. Bengkulu (Bengkulu dan Kab. Muko-Muko), Prov. Lampung ( Liwa) dan Prov. DKI Jakarta.

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan PPK Depkes hingga hari Kamis(8/10) pukul 16.00 WIB, jumlah korban akibat gempa bumi mencapai 7.567 orang dengan rincian : Korban meninggal dunia sebanyak 665 orang, korban luka berat sebanyak 788 orang, korban luka ringan sebanyak 2.727 orang dan korban hilang sebanyak 651 orang. Selain itu juga terjadi pengungsian sebanyak 2.736 orang. Rinciannya pada tabel berikut ini :

No

lokasi

Mt

LB

LR

Hilang

Pengungsi

1

Kota Padang

242

412

1.690

4

326

2

Kab. Agam

39

82

40

54

2.000

3

Kab. Pesisir Selatan

10

8

5

-

-

4

Kab. Pasaman

-

-

23

-

-

5

Kota Pariaman

32

102

-

-

-

6

Kab Padang Pariaman

335

175

540

593

-

7

Kab. Solok

-

1

-

-

-

8

Kota Solok

4

-

4

-

-

9

Kota Padang Panjang

-

-

15

-

-

10

Kota Bukit Tinggi

-

4

-

-

-

11

Kab. Pasaman Barat

3

4

410

-

410

Jumlah

665

788

2.727

651

2.736

Keterangan **) : Lokasi pengungsi di Kab. Agam tersebar di 3 lokasi yaitu Sungai Batang dan Sungai Tapang (Kec. Tanjung Raya), Tanjung Nagari serta Kec. Malalak.

Pasien yang masih dirawat inap di 15 RS sebanyak 491 orang. Jumlah kumulatif pasien yang dirawat inap sebanyak 762 orang, dioperasi 260 orang dan dipasang pen 51 orang. Rinciannya sebagai berikut : *)

No

Nama RS

Jumlah Pasien

Kumulatif

Dioperasi

Pasang Pen

Masih Dirawat Inap

A

Kota Padang





1

RS M. Jamil

123

15

-

36

2

RS Yos Sudarso

71

34

-

71

3

RS Siti Rahma

159

61

40

58

4

RS Yarsi Ibnu Sina

9

-

-

3

5

RST Reksodiwiryo

46

-

-

35

6

RSUD Sei Sapih

69

6

-

69

7

RS KRI Dr Suharso

13

5

-

13

B

Kota Pariaman





1

RS Lap Yonkes TNI

6

-

-

6

2

RSUD Pariaman

176

126

-

176

C

Kota Bukit Tinggi

1

RSU Ahmad Muchtar

34

4

4

7

D

Kota Padang Panjang







RSU Padang Panjang

5

4

2

3

E

Kab. Pesisir Selatan





1

RSUD DR M. Zein Painan

7

-

-

2

F

Kab. Agam

1

RSU Lubuk Basung

42

5

5

10

G

Kota Jakarta

1

RS Persahabatan

1

-

-

1

2

RS Pertamina

1

1

-

1

Jumlah

762

260

51

491

Pasien yang dirawat Jalan di Poskes, Puskesmas, Mobile Clinic dan RS Lapangan sebanyak 2.084 orang. Kasus penyakit didominasi dengan penyakit ISPA, kulit dan diare serta menunjukkan trend yang meningkat. Rincian jumlah pasien yaitu : *)

No

Lokasi

Asal Tenaga

Pasien Kumulatif

Jumlah

Dirujuk

A

Kota Padang

1

RS KRI Dr Soeharso

17

-

B

Kota Pariaman

1

RS Lap Kab. Pariaman

Yonkes Kostrad

1.383

-

Mobile Clinic

204

-

2

RS Pariaman

Tenaga RSU dan Tim Medis Singapura

171

-

3

RS Yarsi Ibnu Sina

92

-

C

Kab. Padang Pariaman

1

Kabupaten Padang Pariaman

Mer-C

150

1

D

Kab. Pesisir Selatan

1

Poskes di Kab. Pesisir Selatan

62

-

E

Kab. Padang Panjang

1

RSU Padang Panjang

5

1

JUMLAH

2.084

2

Sarana kesehatan yang rusak sebanyak 252 unit, terdiri dari 13 Rumah Sakit, 71 Puskesmas, 112 Pustu, 6 kantor dinas, 39 Polindes/Poskesdes, 1 gudang farmasi dan 12 Rumah Dinas.

Tidak hanya korban meninggal dan luka-luka, kejadian tersebut juga menyebabkan kerusakan sebanyak 111.215 unit rumah mengalami kerusakan, dengan rincian : *)

No

Lokasi

Kondisi Rumah

RB

RS

RR

Jumlah

1

Kota Padang

160

200

1.500

1.860

2

Kab. Agam

12.643

3.449

3.711

19.803

3

Kab. Pesisir Selatan

1.327

2.846

3.718

7.891

4

Kab. Tanah Datar

24

44

418

486

5

Kab. Pasaman

111

-

93

204

6

Kab Padang Pariaman

61.765

12.047

3.503

77.315

7

Kab. Solok

69

105

141

315

8

Kota Padang Panjang

180

-

60

240

9

Kota Bukit Tinggi

150

-

50

200

10

Kab. Pasaman Barat

1.012

730

1.159

2.901

Jumlah

77.441

19.421

14.353

111.215

Beberapa upaya yang telah dilakukan pasca bencana antara lain :

a. Evakuasi korban.

b. Melakukan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan, Puskesmas, Rumah Sakit dan mobile clinik.

c. Pada tanggal 5 Oktober 2009, Departemen Kesehatan telah mendirikan Posko Aju yang bertempat di kantor Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat Jl. Perintis Kemerdekaan No. 65 A, Padang, yang dipimpin oleh pejabat setingkat Eselon I. Posko tersebut memiliki 8 tim mobile terpadu serta 6 tim pelaksana yaitu Tim Pencari Fakta, Tim Kesehatan Lingkungan, Tim Pendataan Kerusakan Fisik, Tim Surveilans, Tim Pelayanan Kesehatan dan Tim Logistik. Rencananya masih akan dibentuk tim mobile terpadu lainnya. *)

d. Menteri Kesehatan telah membentuk Tim Penanggulangan Bencana Gempa Bumi di Provisi Sumatera Barat berdasarkan SK Kepmenkes No. 879/Menkes/SK/X/2009.

e. Melakukan kegiatan pencegahan penyakit menular dan kesehatan lingkungan yaitu :

  • Melakukan surveilans penyakit potensial wabah.
  • Melakukan kegiatan penyuluhan secara intensif *)
  • Melakukan kegiatan penyemprotan desinfektanmencakup sekitar 320 titik.
  • Melakukan sosialisasi penjernihan air cepat di 3 lokasi pemukiman penduduk di Kota Padang.
  • Melakukan vaksinasi TT (Tetanus Toxoid) kepada 119 relawan dan 138 petugas kesehatan

f. Sejak tanggal 1 Oktober 2009 telah dikirimkan bantuan dana operasional dan logistik ke lokasi bencana yang berasal dari Departemen Kesehatan, PPK Sub Regional Sumatera Barat, PPK Regional Sumatera Utara, PPK Regional Sumatera Selatan, Dinkes Prov. Bengkulu, Yonkes TNI dan pihak swasta. (Rincian ada pada lampiran). *)

g. Pada tanggal 8 Oktober 2009, PPK Depkes melalui Dinkes Prov. Riau mengirimkan bantuan 10 tabung O2 dan 5 tabung N2O ke RS Siti Rahmah. Rencananya tanggal 10 Oktober 2009 akan dikirimkan 5 tabung N2O lagi ke RS Siti Rahmah.*)

h. Sejak tanggal 1 Oktober 2009, telah memobilisasi bantuan tenaga kesehatan ke lokasi bencana yang berasal dari Departemen Kesehatan, Dinas Kesehatan di Sumatera, Jawa, Sulawesi, TNI, POLRI, LSM dan sebagainya. Tenaga yang ada saat ini di lokasi sebanyak 1.184 orang, terdiri dari 11 tenaga assesment, 363 tenaga medis, 260 tenaga paramedis, 43 tenaga kesehatan masyarakat, 22 tenaga farmasi, 52 tenaga DVI dan 433 tenaga lainnya. Sebagian besar tenaga telah didistribusikan ke Kota Padang, Kota Pariaman, Kota Padang Pariaman, Kab. Agam dan Kab. Pasaman Barat. Rinciannya ada pada lampiran. *)

i. Menempatkan bantuan kesehatan dari luar negeri yang terdiri dari Field Hospital Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Rusia, Belgia, Ceko, Spanyol, Kanada dan Jepang.

Adapun bantuan yang masih dibutuhkan antara lain :

a. Dinkes Kab. Pesisir Selatan membutuhkan bantuan 400 tenda, 500 kardus PMT untuk Balita dan Ibu Hamil, 600 buah selimut dan 400 kelambu anti malaria

b. Sejumlah pasien membutuhkan bantuan sebagai berikut : 91 kursi roda, 17 kaki palsu, 141 tongkat dewasa dan 15 tongkat anak.

c. Dinkes Prov. Sumbar membutuhkan bantuan 20 tabung N2O, 20 tabung oksigen dan 125 lembar avron untuk didistribusikan ke Dinkes Prov. Sumbar, RS M. Djamil, RS Siti Rahma dan RS Yos Sudarso. *)

d. RS KRI Dr. Suharso membutuhkan bantuan 20 kruk.

e. RS Dr. M. Djamil Padang membutuhkan bantuan alat-alat untuk pelayanan kesehatan, sebagai berikut :

-

2 Electro surgery unit

-

Timbangan bayi

-

5 tromol besar segi 4

-

Timbangan berdiri

-

1 sterilisator

-

USG 4D

-

1 Gigli saw ortopedi

-

Stetoskop

-

7 suction mobile

-

Scater electric

-

7 bed side monitor

-

Light curing

-

6 EKG

-

Sterilisator kering

-

8 oksigen transfer

-

Tensimeter digital

-

4 mobile examination lamp

-

Autopsi set

-

9 humidifier flowmeter suction dinding

-

Lampu kepala

-

9 humidifier flowmeter O2 dinding

-

Kursi roda

-

Tensimeter

-

Otoskop

-

Film Viewer/Iluminator

-

3 set peralatan otopsi kit

-

Sepatu Boot ukuran dewasa

f. RSUD Kab. Pariaman membutuhkan bantuan sebagai berikut :*)

-

2 Buah Mesin Anestesi

-

2 Buah Multifunction Bed Side Monitor

-

5 Buah Pulse Oxymeter portable

-

2 Set Laryngoscope

g. RS Kesdam Padang, membutuhkan bantuan sebagai berikut : *)

-

4 Unit Bedside Pasien Monitor

-

2 Unit Ventilator

-

1 Unit mesin X-Ray 500 mA

-

2 Set Laryngoscope

h. RS Tk. III 01.06.01 Dr. Reksodiwiryo membutuhkan bantuan sebagai berikut : *)

-

4 Unit Patient Monitor

-

1 unit cauter 300 watt

-

2 Buah Ventilator

-

2 unit DC shock

-

Alat Rontgen 500 mA

-

2 unit autoclave

-

-

-

-

-

2 Buah Sterilisator Portable

2 unit orthopedic set

1 unit USG

1 unit EKG 3 channel

4 unit bed side monitor

-

-

-

-

-

1 unit aparatus anestesi

1 unit ambulans

2 unit meja operasi

2 unit suction pump

1 unit lampu operasi (5 bola)

Hingga saat ini pemantauan tetap dilakukan oleh seluruh Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota yang terkena bencana, PPK Sub Regional Sumatera Barat, PPK Regional Sumatera Utara dan Pusat Penanggulangan Krisis Depkes.

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait