Perkembangan Pasca Tsunami di Kabupaten Kep. Mentawai Provinsi Sumatera Barat hingga tanggal 1 November 2010

Share
By November, 01 2010
Perkembangan Pasca Tsunami di Kabupaten Kep. Mentawai Provinsi Sumatera Barat hingga tanggal 1 November 2010

Perkembangan Pasca Tsunami di Kab. Kep. Mentawai Prov. Sumatera Barat hingga tanggal 1 November 2010.

Perkembangan Pasca Tsunami di Kab. Kep. Mentawai Prov. Sumatera Barat hingga tanggal 1 November 2010 sebagai berikut :

Pada tanggal 25 Oktober 2010 pukul 21.52 WIB telah terjadi tsunami di Kabupaten Pulau Mentawai Provinsi Sumatera Barat yang terjadi pasca gempa bumi berkekuatan 7,2 SR, kedalaman 10 km dengan pusat gempa 78 km Barat Daya Pagai Selatan Kepulauan Mentawai Sumatera Barat.

Akibat kejadian tersebut terdapat korban meninggal dunia sebanyak 450 orang, korban luka berat/rawat inap sebanyak 117 orang diantaranya 40 orang di Puskesmas (9 diantaranya fraktur tertutup) dan 77 orang di gereja yang difungsikan sebagai pos kesehatan, korban luka ringan sebanyak 142 orang. Korban hilang sebanyak 95 orang, dan pengungsi sebanyak 14983 orang. Sarana kesehatan yang rusak yaitu 1 Puskesmas Malokopad di Kecamatan Pagai Selatan.

Jajaran kesehatan setempat telah melakukan evakuasi korban, melakukan pemantauan di lokasi bencana, mendirikan pos kesehatan dan memberikan pelayanan kesehatan.

Sektor Kesehatan telah memberikan bantuan tenaga dan logistik yaitu sebagai berikut :

Tanggal 26 Oktober 2010 :

  • PPK Sub Regional Sumatera Barat mengirimkan tenaga kesehatan sebanyak 12 orang (5 orang dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan 7 orang dari RSUP M. Djamil Padang), yang terdiri dari 1 dokter umum, 2 petugas logistik, 1 petugas gizi, 4 perawat, 3 dokter bedah, dan 1 dokter anestesi (Rincian terlampir). *)

Tanggal 27 Oktober 2010 :

  • Kementerian Kesehatan mengirimkan tim beranggotakan 6 orang untuk penanggulangan krisis kesehatan (2 orang dari Ditjen Bina Yanmed, 2 orang dari PPK, 1 orang dari Ditjen Binkesmas dan 1 orang dari Ditjen P2PL), 1 ton obat untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kep. Mentawai dengan menggunakan KRI Teluk Manado.
  • PPK Sub Regional Sumatera Barat mengirimkan bantuan sebagai berikut :

No

Jenis Barang

Jumlah

Keterangan

1

Obat-obatan

44

item

rincian terlampir

2

MP-ASI

100

box

3

NaCl

3

box

4

Kantong Jenazah

500

buah

5

Bidan Kit

5

paket

6

Masker

2

kotak

7

Handscoen

3

kotak

8

LLIN / Kelambu

300

buah

9

Arthen Injeksi

60

ampul

10

Kina Injeksi

5

box

  • Dinkes Kab. Sijunjung mengirimkan tim berangggotakan 3 orang (1 Dokter Umum, 2 Perawat) ditempatkan di Kecamatan Pagai Utara, Desa Munte - munte Baru.

Tanggal 28 Oktober 2010 :

  • Kementerian Kesehatan memberikan bantuan dana operasional sebesar Rp. 100.000.000,-
  • PPK Sub Regional Sumatera Barat mengirimkan 5 orang tenaga kesehatan yang terdiri dari 1 koordinator, 1 struktural, 1 sanitasi, 1 surveilans dan 1 laboratorium.
  • PPK Sub Regional Sumatera Barat mengirimkan bantuan sebagai berikut :

No

Jenis Barang

Jumlah

Keterangan

1

Obat-obatan

33

item

rincian terlampir

2

Dispenser

4

buah

3

Susu SGM

20

kotak

4

Botol Susu

6

buah

5

Ringer Lactate

6

box

@ 20 btl

  • PPK Sub Regional Sumatera Barat mengirimkan tenda yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan di Kecamatan Sikakap.
  • RSAM Bukit Tinggi mengirimkan tim berangggotakan 7 orang (1 Dokter Ahli Orthopedi, 5 Perawat, 1 Logistik) ditempatkan di Kecamatan Sikakap, Desa Sibai-bai.
  • Dinkes Kab. Pesisir Selatan mengirimkan tim berangggotakan 2 orang (1 Dokter Umum, 1 Perawat) ditempatkan di Kecamatan Pagai Selatan, Desa Malalo.
  • Dinkes Kota Padang mengirimkan tim berangggotakan 5 orang (2 Dokter, 2 Perawat, 1 Surveilans) ditempatkan di Kecamatan Sikakap, Desa Cekukuk.
  • Dinkes Kab. Tanah Datar mengirimkan tim berangggotakan 4 orang (1 Dokter, 1 Perawat, 1 Surveilans, 1 Sanitarian) ditempatkan di Kecamatan Pagai Utara, Desa Gulakumonga.
  • Dokpol Polda Sumatera Barat mengirimkan 6 personil tim DVI dan telah berada di Kecamatan Sikakap untuk membantu proses indentifikasi korban yang berhasil ditemukan.

Tanggal 29 Oktober 2010 :

  • Kementerian Kesehatan memberikan 2 ton obat untuk Dinas Kesehatan Kabupaten Kep. Mentawai dan 10 ton MP-ASI ke Sikakap (Pagai Selatan) dengan KRI Teluk Gilimanuk yang diperkirakan akan tiba hari minggu. Ditjen Bina Pelayanan Medik mengirimkan bantuan 2 unit Oxygen Concetrator ke Padang, perkiraan akan tiba jam 8 malam.
  • Kementerian Kesehatan mengirimkan tim beranggotakan 2 orang untuk penanggulangan krisis kesehatan (dari PPK). *)
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengirimkan tenaga kesehatan sebanyak 6 orang (1 Dokter Umum, 1 Petugas Imunisasi, 2 Pemberantasan Vektor, 1 Surveilans dan Kesling, 1 Perawat). Untuk kegiatan bersama KKP Kelas II Padang :
- Pelaksanaan surveilans penyakit berpotensi wabah.
- Penyehatan lingkungan (penyemprotan, penyehatan air dan aqua tab).
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat mengirimkan Mesin Fogging 1 unit, Mist Blower 1 unit, Spraycan 3 buah, Malation 20 liter, K-Otthrine 24 liter, Kelambu / LLIN 350 buah, Aquatab 630 strip, Vaksin TT 100 amp, ADS - 0,5 MI 500 amp, Doxyline 20 box, Warepack 10 set, Tas Fogging 5 set, Oksigen Concetrate 1 unit, dan Solar 40 liter.
  • KKP Kelas II Padang memberikan bantuan tenaga kesehatan sebanyak 6 orang (Tenaga Kesling)
  • KKP Kelas II Padang memberikan Swing Fog 2 unit, Mist Blower 1 unit, Tawas 5 kg, Air Rahmat 2 kotak, Seruni 20 ltr, Derigen isi solar 100 ltr, Derigen isi bensin 20 ltr, Helm 8 bh, Sarung tangan kain 1 lusin, Masker 3 kotak, Sepatu bot 10 pasang, Baterai 4 bh, Senter 2 bh, Lysol 10 ltr, Wear Pack 5 stel, Verocid 5 ltr, dan Jas hujan 5 stel.
  • Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat serta NGO Luar Negeri dan Lokal telah mengirimkan bantuan tenaga kesehatan. (Rincian terlampir).

Tanggal 30 Oktober 2010 :

  • Kementerian Kesehatan mengirimkan tim beranggotakan 3 orang untuk penanggulangan krisis kesehatan (dari Ditjen PPPL) dan rencana akan mengirimkan tim kembali beranggotakan 4 orang (dari Ditjen PPPL).
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dan RSUP M. Djamil Padang akan mengirimkan tenaga kesehatan yang berjumlah 5 orang (2 Dokter Spesialis Penyakit Dalam, 2 Dokter Spesialis Anak, dan 1 Perawat).
  • Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat akan mengirimkan bantuan berupa obat-obatan 1 item dan alkes habis pakai 2 item.
  • Tim YARSI Padang akan mengirimkan tenaga kesehatan berjumlah 3 orang (2 Dokter Umum dan 1 Perawat).
  • TNI telah mendirikan tenda yang akan difungsikan sebagai rumah sakit lapangan di Kecamatan Sikakap dan akan melaksanakan operasi.

Tanggal 31 Oktober 2010 : *)

  • Kementerian Kesehatan mengirimkan tambahan tim sebanyak 2 orang dokter dari PPK, Kemkes dan 1 orang dari WHO dengan kualifikasi apoteker
  • Melakukan pengiriman tambahan obat-obatan (31 item) dan alat kesehatan habis pakai (39 item) serta 2 tabung oksigen melalui kapal laut.
  • Memberangkatkan tim dokter dari :
  1. RS Lubuk Basung sebanyak 5 orang (1 orang dokter spesialis ortopedi, 1 orang dokter umum dan 3 orang perawat)
  2. Universitas Riau sebanyak 2 orang

Pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Kep. Mentawai, PPK Sub Regional Sumatera Barat dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan

Keterangan : *) Informasi terbaru

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait