Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi

Senin, 30 November 2020

42

Gunung Ili Lewotolok Erupsi, Ribuan Orang Mengungsi

Gunungapi Ili Lewotolok dengan ketinggian 1.423 mdpl yang berada di wilayah Kabupaten Lembata, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (27/11) pukul 05.57 WITA mengalami erupsi. Berdasarkan pengamatan PVMBG erupsi dengan tinggi kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam tinggi 500 m di atas puncak (± 1.923 m di atas permukaan laut) dengan intensitas tebal condong ke arah barat. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 34 mm dengan durasi erupsi tidak teramati jelas karena diikuti tremor menerus.

Pada tanggal 29 November 2020 pukul 13:00 WITA tingkat aktivitas Gunungapi Ili Lewotolok dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Dari pengamatan PVMBG terakhir senin (30/11) pukul 06.00 WITA tercatat 7 kali letusan, 25 kali gempa vulkanik dalam, dan Tremor Menerus dengan amplitudo 3-13 mm (dominan 6 mm).  Hasil pemantauan gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu dengan intensitas tebal tinggi sekitar 200-4000 meter dari puncak. Teramati 7 kali letusan dengan tinggi kolom abu 1400-4000 meter di atas puncak berwarna kelabu disertai lontaran material pijar diatas puncak. Pada malam hari teramati sinar api di area puncak. Terdengar suara dentuman dan gemuruh serta tercium bau belerang yang menyengat di Pos PGA Ili Lewotolok. Cuaca cerah, angin lemah hingga sedang ke arah timur dan barat. Suhu udara 25.3-28.1 °C

Saat ini tercatat ada 5.116 orang mengungsi dan 16.598 orang terdampak. Pengungsi berasal dari 17 Desa di Kecamatan Ile Ape dan 9 Desa di Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT). Lokasi pengungsi tersebar di 4 titik pengungsian yaitu Kantor Bupati lama (4.628 orang), Aula Ankara (196 orang), Kelurahan Lewoleba Tengah (246 orang), Aula Kantor Badan Kepegawaian Daerah (46 orang).

Masyarakat sekitar dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di dalam radius 4 km dari puncak kawah. Potensi bahaya abu vulkanik yang dapat mengakibatkan gangguan pernapasan akut (ISPA) maupun gangguan kesehatan lainnya. Dinas Kesehatan Kab. Lembata telah memetakan kebutuhan untuk 10.000 masker, obatan serta alat kesehatan.

silahkan melihat infografis di sini

Sumber : Dinkes Kab. Lembata, PVMBG dan BNPB