Mewaspadai Angin Puting Beliung

Selasa, 26 Januari 2021

20

Mewaspadai Angin Puting Beliung

Awal tahun 2021 Indonesia diuji dengan berbagai musibah bencana alam baik banjir, gelombang pasang, tanah longsor dan angin puting beliung. BNPB mencatat pada periode 1-23 Januari 2021 saja total sudah 197 bencana yang melanda Indonesia. Tak kurang 184 orang meninggal akibat bencana yang terjadi. Cuaca ekstrim yang terjadi pada bulan Januari 2021 ini berkontribusi pada kejadian bencana terutama bencana hidrometeorologi. Angin putting beliung adalah salah satu bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi. BNPB mencatat ada 24 kejadian angina putting beliung yang melanda Indonesia di awal tahun ini.

Angin putting beliung biasa terjadi di darat, dengan kecepatan angin dan dampak kerusakan pada kisaran dibawah skala F-2. Lintasan pada angin puting beliung biasanya kurang dari 1 kilometer dengan durasi hidup di bawah satu jam. Menurut BMKG angin puting beliung biasanya terjadi saat pancaroba, baik peralihan dari musim penghujan ke kemarau ataupun sebaliknya.

Angin puting beliung bisa terjadi pada musim penghujan dan musim kemarau. Pada musim hujan, penyebab angin puting beliung dipicu oleh pertumbuhan awan cumulonimbus, di mana kemunculan awan ini biasanya tiba-tiba. Cumulonimbus adalah sebutan untuk awan vertikal menjulang yang sangat tinggi, padat, dan terlibat dalam badai petir dan cuaca dingin lainnya. Cumulonimbus ini berasal dari Bahasa Latin, yaitu “cumulus” berarti terakumulasi dan “nimbus” berarti hujan

Angin puting beliung ini juga tidak memiliki siklus karena sangat jarang terjadi susulan di lokasi yang sama. Tak hanya itu angin puting beliung lebih sering terlihat saat siang atau sore hari. Sangat jarang kejadian munculnya angin ini pada malam hari.

Angin putting beliung biasanya terjadi dalam waktu singkat, namun berkecepatan tinggi yaitu berkisar 63-90 kilometer/jam. Masyarakat dapat mewaspadai kemunculan angin putting beliung dengan mempelajari karakteristiknya, ada waktu sekitar 30 menit-1jam sebelumnya untuk bisa mendeteksi kemunculan angin puting beliung ini.

Pada saat angin datang masyarakat diminta segera pergi ke tempat perlindungan dan jika berada di dalam ruangan paling aman seperti basement, ruangan anti badai, atau di tingkat lantai yang paling bawah. Bila tidak terdapat basement, segeralah ke tengah tengah ruangan pada lantai terbawah, jauhilah sudut-sudut ruangan, jendela, pintu, dan dinding terluar bangunan. Jika berada di dalam kendaraan, segeralah hentikan dan tinggalkan kendaraan serta carilah tempat perlindungan yang terdekat. Jika berada di luar ruangan dan jauh dari tempat perlindungan sebaiknya  Tiaraplah pada tempat yang serendah mungkin, saluran air terdekat atau sejenisnya sambil tetap melindungi kepala dan leher dengan menggunakan lengan.

 

Sumber : BMKG, BPBD NTB, Kompas.com, Suara.com