PELATIHAN LANJUTAN KIMIA, BIOLOGI, RADIOLOGI DAN NUKLIR

Share
By March, 11 2008
PELATIHAN LANJUTAN KIMIA, BIOLOGI, RADIOLOGI DAN NUKLIR

Pada tanggal 2 - 6 Maret 2008 di Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Semarang, telah dilaksanakan Pelatihan Lanjutan Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir, sesuai dengan surat Plt. Sesmenko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Nomor : B.35/Ses/Polhukam/1/2008 tanggal 28 Januari 2008.

Pada tanggal 2 - 6 Maret 2008 di Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) Semarang, telah dilaksanakan Pelatihan Lanjutan Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir, sesuai dengan surat Plt. Sesmenko Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Republik Indonesia Nomor : B.35/Ses/Polhukam/1/2008 tanggal 28 Januari 2008.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dari para petugas dalam merespons insiden teroris yang berhubungan dengan kimia, biologi, radiologi dan nuklir.

Pelatihan ini dibuka oleh Executive Director JCLEC dan dihadiri oleh DKPT, Canadian Embassy, Executive Director Program JCLEC, JCLEC dan Canadian Forces Base Suffield.

Peserta pelatihan berasal dari Depkes, Depdagri, Dephan, Dephub, Depkominfo, BATAN, BAPETEN, BAIS, TNI-AD, TNI-AL, Kopassus, Pusdokkes POLRI, Den 88 Mabes POLRI, Biddokkes Polda Jatim, Biddokkes Polda Riau, Bareskrim, Pusdik Reskrim, Dinas Pemadam Kebakaran Prov. DKI Jakarta dan Dinas Tramtib & Linmas Prov. DKI Jakarta. Narasumber pelatihan ini adalah dari Canadian Forces Base Suffield.

Pada pelatihah ini diberikan materi sebagai berikut :

  • Pengantar.
  • Terorisme dalam Perspektif.
  • Menilai Bahaya.
  • Indikator-indikator Insiden dan Alat-alat Diseminasi.
  • Senjata Racun Kimia dan Deteksinya.
  • Bahan Radiologi.
  • Racun-racun Biologi.
  • Peralatan Perlindungan Pribadi.
  • Tanggap Darurat Medis.
  • Dekontaminasi.
  • Manajemen Barang Bukti dan Sampel.
  • Tanggap Darurat Kimia, Biologi, Radiologi dan Nuklir.
  • Praktikum Penggunaan Peralatan Perlindungan Pribadi.

Setelah mengikuti pelatihan ini peserta pelatihan diharapkan untuk dapat :

  • Merespons insiden teroris yang melibatkan kimia, biologi, radiologi dan nuklir.
  • Mendirikan dan menjaga kemampuan operasi bersama antara kelompok perespons.
  • Memahami respons korban massal akibat bahan kimia, biologi, radiologi, nuklir dan manajemen korban.
  • Memahami jenis, tingkat dan batasan pakaian pelindung pribadi.
  • Melakukan proses dekontaminasi dan operasi secara efektif dalam lingkungan yang terkontaminasi.
  • Bekerja dengan aman dalam lingkungan tersebut.

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait