Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi hingga tanggal 27 Oktober 2010

Share
By October, 27 2010
Perkembangan Aktivitas Gunung Merapi hingga tanggal 27 Oktober 2010

Pada tanggal 26 Oktober 2010 terjadi letusan Gunung Merapi pada pukul 17.02 WIB. Gunung Merapi terletak di 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman di Provinsi DI Yogyakarta.

Pada tanggal 26 Oktober 2010 terjadi letusan Gunung Merapi pada pukul 17.02 WIB. Gunung Merapi terletak di 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman di Provinsi DI Yogyakarta.

Terdapat korban yang meninggal sebanyak 30 orang, (1 orang di RSUD. Muntilan Magelang, 1 orang RSU Panti Nugroho dan 28 orang di RSUP Dr. Sardjito Yoyakarta). *)

Terdapat koban yang masih rawat inap sebanyak 74 orang, dengan rincian sebagai berikut :

Lokasi

Rumah Sakit

Pasien Rawat Inap

DI Yogyakarta

RSUP Dr. Sardjito

11

RS Bethesda

2

RS. Grasia

1

Kabupaten Sleman

RS. Panti Nugroho, Sleman

1

Kabupaten Magelang

RSUD. Muntilan

26

PKM Kec. Dukun

16

RSIA Aisyah

2

Kabupaten Klaten

RSUP Soeradji

4

PKM Kemalang

5

PKM Manisrenggo

2

Kabupaten Boyolali

PKM Selo

4

Jumlah

74

Terjadi pengungsian sebanyak 60.697 orang, dengan rincian sebagai berikut :

a. Provinsi DI Yogyakarta

  • Kab. Sleman : 19.050 orang

b. Provinsi Jawa Tengah

  • Kab. Boyolali : 6.244 orang
  • Kab. Klaten : 4.269 orang
  • Kab. Magelang : 31.134 orang

Jajaran kesehatan setempat telah melakukan evakuasi terhadap korban dan memberikan pelayanan kesehatan di Rumah Sakit, Puskesmas dan Pos Kesehatan.

Sektor kesehatan telah memberikan bantuan tenaga dan logistik yaitu sebagai berikut :

1. Kementerian Kesehatan telah memberikan bantuan berupa :

  • Rompi sebanyak 20 buah.
  • Spanduk sebanyak 8 buah.
  • Masker sebanyak 50.000 pcs.
  • Kantong mayat sebanyak 20 buah.
  • Obat-obatan sebanyak 4 ton, masing-masing kabupaten diberikan 1 ton.
  • Obat luka bakar Burnazine Cream sebanyak 250 tube. *)
  • MP-Asi sebanyak 6 ton dengan rincian Kab. Magelang sebanyak 2 ton, Kab. Sleman sebanyak 2 ton, Kab. Klaten sebanyak 1 ton, Kab. Boyolali sebanyak 1 ton.
  • Biaya operasional sebanyak Rp. 200 juta, dengan rincian : Provinsi Jawa Tengah sebanyak Rp. 150 Juta dan Provinsi DI Yogyakarta sebanyak Rp. 50 Juta.
  • Kaporit sebanyak 8 ember, masker kain sebanyak 10 box dan insektisida sebanyak 10 liter ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman.
  • Mengirimkan 1 unit ventilator dan 13 unit CVC set untuk RSUP Dr Sardjito.*)
  • Kementerian Kesehatan akan mengirimkan Polibag sebanyak 3.000 buah, masker sebanyak 10.000 buah, air rahmat sebanyak 500 botol, tawas sebanyak 250 kg, lisol sebanyak 100 liter, slap jamban sebanyak 20 buah dan insektisida lalat sebanyak 50 liter.

2. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang telah mengaktifkan Pos Kesehatan 24 jam di lokasi pengungsian dan menyiagakan puskesmas diluar daerah rawan dan mendistribusikan masker untuk masyarakat.

3. Dinas Kesehatan Kab. Boyolali mendirikan Pos Kesehatan dan Ambulace 24 jam dan telah mendistribusikan masker untuk masyarakat.

4. Dinas Kesehatan Kab. Sleman mendirikan Pos Kesehatan 24 jam, penguatan sistem rujukan dan menyiapkan logistic kesehatan.

5. Dinas Kesehatan Kab. Klaten mendirikan Pos Kesehatan dan Ambulace 24 jam dan telah mendistribusikan masker untuk masyarakat.

Pemantauan tetap dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten terkait, Dinas Kesehatan Provinsi DI Yogyakarta, PPK Regional Jawa Tengah dan Pusat Penanggulangan Krisis Kementerian Kesehatan

Keterangan:

*) informasi terbaru

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait