Cegah Dimensia saat di Tanah Suci

289

Cegah Dimensia saat di Tanah Suci

Dominasi jemaah haji lansia atau usia diatas 60 tahun yang mencapai 45% dari 200 ribuan, membuat banyak persiapan yang perlu dilakukan mengingat banyak dari calon jemaah haji yang rentan terhadap penyakit, salah satu penyakit tersebut adalah Demensia.

Berdasarkan laporan yang diberikan oleh petugas Pelayanan Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, terdapat sejumlah jemaah haji lansia yang mengalami demensia setelah tiba di madinah.

Melihat kondisi tersebut, tenaga kesehatan haji segera melakukan tindakan berupa pendampingan kepada pasien hingga pulih dan segera mengajak untuk bersosialisasi dengan rekan jemaah haji yang lain untuk mencegah terjadinya demensia.

Dalam keterangannya, dr. M. Imran selaku Kabid Kesehatan PPIH Arab Saudi menyatakan bahwa beberapa kasus demensia yang juga terjadi adalah seperti jemaah haji yang minta pulang saat di pesawat hingga jemaah haji yang sudah tiba di tanah suci masih menganggap berada di kampungnya.

Demensia sendiri merupakan suatu kondisi yang biasanya diikuti dengan gangguan cara berpikir, seperti disorientasi tempat, disorientasi waktu hingga disorientasi orang-orang di sekitarnya.

Adapun gejala awal Demensia yang bisa diidentifikasi atau dikenali adalah:

  1. Mudah lupa, terutama terhadap kejadian yang baru saja dialami

  2. Sulit mempelajari hal baru

  3. Sulit konsentrasi

  4. Sulit mengingat waktu dan tempat, terutama setelah mereka berpindah dari kampungnya ke tanah suci

Demensia adalah penyakit yang sewaktu-waktu bisa muncul kembali, terutama pada saat jemaah haji mengalami kelelahan dan dehidrasi, untuk itu dr. Imran berpesan agar seluruh jemaah haji bisa beristirahat yang cukup dan tidak memaksakan diri untuk melakukan aktivitas diluar kegiatan ibadah haji, karena hal tersebut dapat memicu kelelahan maupun terjadinya dehidrasi pada jemaah haji.

Sumber =

Sehat Negeriku