Informasi Iklim BMKG untuk Kenaikan Suhu dan Perkembangan Iklim

126

Informasi Iklim BMKG untuk Kenaikan Suhu dan Perkembangan Iklim

Jakarta, 18 Juli 2022

Hasil pemantauan kenaikan suhu udara global dan Indonesia oleh BMKG menunjukan adanya trend kenaikan suhu global dan Indonesia. Hal ini dikuatkan dengan hasil pemantauan sebagai berikut :

  1. Badan Meteorologi Dunia (WMO) menyatakan bahwa pada tahun 2021, suhu rata-rata global meningkat sebesar 1,11 °C (± 0,13) lebih hangat dari kondisi pada masa pra-revolusi industri (1850-1900).
  2. Dekade 2011-2020 telah tercatat sebagai dekade terpanas sepanjang sejarah dengan anomali sebesar 1,2 °C lebih hangat dibanding masa pra-revolusi industri, jauh di atas anomali pada dekade 2001-2010 sebesar 0,81 °C.
  3. Tren suhu udara global pada bulan Mei 2022 menunjukkan rata-rata anomali sebesar 0,178°C lebih tinggi jika dibandingkan dengan standar normal klimatologi 1991-2020.
  4. Data BMKG sepanjang 40 tahun terakhir menunjukkan bahwa suhu terus menghangat dengan laju bervariasi di berbagai wilayah.
  5. 89 stasiun pengamatan BMKG menunjukkan anomali positif (lebih panas dari rata-rata klimatologisnya) di wilayah Indonesia tengah ke timur dengan anomali maksimum tercatat di Stasiun Meteorologi Umbu Mehang Kunda – Sumba Timur (sebesar 1.2 °C).
  6. Suhu udara permukaan di wilayah Jakarta dan sekitarnya meningkat dengan laju 0,40 – 0,47°C per dekade.
  7. Proyeksi iklim menggunakan skenario emisi Gas Rumah Kaca terburuk (businessas usual / RCP8.5) menunjukkan bahwa suhu udara diproyeksikan meningkat 1,0 s/d 1,3°C pada 30 tahun mendatang.
  8. Berdasarkan pantauan iklim global pada Juni 2022, fenomena anomali iklim La Nina teramati masih berlangsung dengan intensitas lemah (nilai indeks –0,74)sedangkan fenomena IOD saat ini ada pada fase IOD Negatif (nilai indeks–0,48).
  9. Analisis perkembangan musim menunjukkan bahwa hingga akhir Juni 2022, musim kemarau telah terjadi pada 38% zona musim.

Dari hasil pemantauan diatas, perlu dilakukan langkah adaptasi secara umum dan meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit yang terkait dengan variabilitas iklim pada saat transisi musim seperti DBD, ISPA, dan lain-lain serta bencana yang mungkin ditimbulkan dari adanya transisi musim. Terlampir monitoring suhu udara dan kondisi iklim terkini di Indonesia oleh BMKG tanggal 9 Juli 2022.