Kemenkes Respon Gempa Sulbar dengan Mobilisasi Tim dan Logistik Kesehatan

Sabtu, 16 Januari 2021

68

Kemenkes Respon Gempa Sulbar dengan Mobilisasi Tim dan Logistik Kesehatan

Masyarakat di Sulawesi Barat dikejutkan kembali dengan gempa yang terjadi Sabtu (16/1) pukul 06.32 WIB dengan M 5,0. Gempa yang terjadi Kamis dan Jumat sebelumnya telah membuat lumpuh beberapa fasilitas kesehatan. Rumah Sakit Mitra Manakarra Kab. Mamuju berlantai lima roboh rata dengan tanah. Tak hanya itu RSUD Kab. Mamuju, RS Regional Prov. Sulawesi Barat, Puskesmas Ulumanda di Kab. Majene, dan Puskesmas Malunda mengalami kerusakan. Lumpuhnya sebagian fasilitas pelayanan kesehatan ini tentu berdampak pada pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Saat ini RS yang berfungsi dengan pelayanan darurat adalah RS Bhayangkara, RS Regional Sulawesi Barat dan RSUD Kab. Mamuju.

Keterbatasan pelayanan kesehatan ini masih tertatih-tatih memberikan pelayanan kesehatan pada para warga terdampak. Sebagian nakes yang menjadi korban tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada korban. Terdapat 15 ribu lebih warga terdampak yang mengungsi 15 titik pengungsian, 10 titik berada di Kab. Majene dan 5 titik di Kab. Mamuju.

Melihat kedaruratan pelayanan kesehatan ini Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan mengirimkan tambahan tenaga kesehatan EMT (emergency medical team)yang berasal dari PABOI, PMI, IAI, MDMC, Dompet Duafa, PSC 119 wilayah Sulawesi, RSUP Wahidin Makassar, RS Alkhairaat Palu. Tim ini yang akan membantu merespon pelayanan kesehatan di wilayah terdampak. Selain itu Tim BTKL Makassar menuju Kab. Mamuju untuk membantu pengendalian vektor dalam rangka pemulihan pasca bencana.

Selain melakukan mobilisasi tim Kementerian Kesehatan juga mengirimkan :

  • Peralatan dan obat-obatan ortopedi, paket obat trauma
  • Sarung tangan karet 3.000 pasang
  • Masker bedah 100.000 pcs, N95 300 pcs, masker kain 20.000 pcs
  • APD cover all 300 pcs, google 300 pcs
  • Kantong jenazah anak 20pcs
  • Serta alat kesehatan lingkungan (polybag, repellent lalat dll)

Saat ini Klaster Kesehatan sudah diaktifkan agar mempermudah dalam koordinasi penanganan bencana. Masyarakat dihimbau tetap waspada dan menghindari bangunan rentan serta potensi tsunami, selalu mengikuti instruksi petugas yang berwenang.