Menembus Daerah Terisolir di Sulawesi Barat

Kamis, 21 Januari 2021

24

Menembus Daerah Terisolir di Sulawesi Barat

dr. Hisbullah “sang penakluk” dari Makassar, penembus pertama daerah terisolir gempa sulbar. Membutuhkan waktu 1 hari perjalanan motor trail dan jalan kaki.

Dua hari ini saya tidak bisa dihubungi dan tidak posting FB berhubung saya naik ke gunung tidak ada signal.
Saya mendapat informasi di medsos bahwa pasca bencana gempa bumi Sulawesi Barat terdapat 6 desa yang masih terisolasi di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Majene dan 4 diantaranya terputus informasi yaitu Desa Tandealli, Desa Panggalo, Desa Ulumanda dan Desa Popenga. Maka saya segera membentuk tim dan mempersiapkan perbekalan pendakian termaruk motor trail.
Hasil perjalanan saya 2 hari ini dapat saya laporkan bahwa hambatan pertama sebelum mencapai kota kecamatan adalah berupa longsor yg panjangnya 50 meter terdiri longsoran batu besar, kayu dan lumpur. Sampai saat ini belum bisa dilalui kendaraan roda 4. Bisa dilewati roda dua bila dibantu dorong dan tarik sebanyak 3 orang. Setelah kota kecamatan menuju desa tandiallo tepatnya di daerah puncak ada longsoran batu besar yang rawan bergerak dimana motor juga sulit lewat harus dibantu atau diangkat. Berjalan diatas longsoran juga setengah mati karena licin, bebatuan setiap saat bisa jatuh dari atas dan rawan tergelincir sewaktu2 tanah bergerak sehingga bisa jatuh ke jurang. Sepanjang jalan licin berbatu dan masih banyak longsoran kecil.
Setelah naik motor trail dan berjalan kaki selama berjam-jam akhirnya kami sampai di Toukong Desa Tandiallo.
Disana kami langsung dikerumuni oleh masyarakat yg minta diperiksa, minta obat.
Saya ketemu ibu Bidan dan Perawat menanyakan kondisi kesehatan masyarakat dan stok obat yang ada.
Saya diantar ke Pustu yg sudah roboh tidak bisa dipakai lagi.
Keluhan masyarakat di sana adalah stok logistik yg sudah mulai menipis sementara bahan pokok tidak ada dijual di pasaran. Jika mereka berusaha ke Kecamatan belum ada orang yg jualan kebutuhan pokok sehari-hari, sehingga sangat diharapkan bantuan dari luar untuk memenuhi kebutuhan pokok warga.
Menurut informasi masyarakat bahwa sudah ada 3 helikopter yang drop bantuan tapi pembagian tidak diorganisir dengan baik sehingga pembagian tidak merata. Bahkan katanya ketika barang bantuan itu tiba, masyarakat langsung berebutan.
Obat-obatan pun sudah sangat berkurang tinggal beberapa butir vitamin.

Saya berharap ada relawan medis yg ke Desa ini dan tinggal beberapa hari hingga kondisi stabil.

Mari kita doakan semoga jalan menuju Desa Tandiallo ini bisa segera di perbaiki.