Mengenal Gejala Penularan Hepatitis Akut

55

Mengenal Gejala Penularan Hepatitis Akut

Baru-baru ini dunia kembali mendapatkan serangan penyakit berupa Hepatitis Akut dan dikabarkan telah masuk ke Indonesia. Untuk kasus indonesia sendiri, ditemukan bahwa penyakit hepatitis akut ini telah menyebabkan tiga anak meninggal akibat infeksi dari penyakit ini. Akibatnya, kini para orangtuan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaannya agar putra dan putrinya tidak terapapar oleh penyakit hepatitis akut ini.

Dalam keterangannya kepada pers, Prof. Dr. dr. Hanifah Oswari, Sp. A, selaku dokter Spesialis Anak Konsultan Gastro Hepatologi RSCM FKUI menyebutkan bahwa dugaan awal dari penyakit ini merupakan akibat dari infeksi oleh Adenovirus, SARS CoV-2, virus ABV dll. Dimana virus tersebut berfokus untuk menyerang pencernaan dan pernafasan seseorang.

Menanggapi kondisi demikian, pemerintah yang diwakili oleh Kementerian Kesehatan terus melakukan  pendalaman dan melakukan investigasi melalui pemeriksaan panel virus lengkap dan penyelidikan epidemiologi untuk mengetahui lebih lanjut terkait penyebab dan pencegahan dari penyakit hepatitis akut secara tiba-tiba yang dialami oleh anak-anak tersebut.

Berikut adalah beberapa gejala awal yang dapat diidentifikasi dari penyakit hepatitis akut pada anak yang saat ini banyak tersebar di dunia, diantaranya adalah :

  1.  Mual dan muntah

  2. Sakit perut/diare

  3. Demam

  4. Urin berwarna pekat

  5. BAB yang berwarna putih pucat.

Dengan mengetahui beberapa gejala diatas, diharapkan para orang tua bisa segera mengambil tindakan preventif dengan melakukan pemeriksaan ke fasilitas-fasilitas kesehatan terdekat. Sehingga pasien dapat segera mendapatkan penanganan serta pertolongan yang cepat dan tepat sesuai dengan prosedur penanganan pasien.

Tetap jaga protokol kesehatan seperti menggunakan masker, hal ini dikarenakan proses penyebaran hepatitis akut yang saat ini menyebar di dunia dan Indonesia berfokus untuk menyerang organ pencernaan dan pernafasan dari pasien.

Para orang tua diharapkan juga dapat lebih waspada, jangan sampai menunggu anak mengalami gejala seperti  gejala penyakit kuning atau bahkan penurunan kesadaran. Segera lakukan pemeriksaan untuk mendapatkan diagnosis awal.