Evakuasi dan Observasi ABK World Dream dan Diamond Princess terkait COVID19

Share
By Astika Fardani March, 02 2020 ARTIKEL COVID-19
Evakuasi dan Observasi ABK World Dream dan Diamond Princess terkait COVID19

TNI Angkatan Laut (AL) telah berhasil mengevakuasi 188 warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal (ABK) World Dream ke KRI dr Soeharso di Perairan Selat Durian, Kepulauan Riau pada Rabu (26/2/2020).Para WNI yang terdiri dari 172 laki-laki dan 16 perempuan itu semuanya dinyatakan negatif COVID19.

Para ABK tersebut diterima di KRI dr Soeharso dengan melalui prosedur pemeriksaan sesuai SOP protokol medis, selanjutnya akan bergerak menuju Pulau Sebaru Kepulauan Seribu menggunakan KRI Banda Aceh dan telah tiba Jumat (28/2/2020).  Dalam proses evakuasi tersebut, TNI AL bekerja sama Kementerian Kesehatan yakni Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Jakarta dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta.

Di hari yang sama, seluruh tim pendukung observasi ABK World Dream diberangkatkan ke Pulau Sebaru. Dari tim kesehatan akan dikirimkan 30 orang yang terdiri dari beberapa sub tim mendampingi proses observasi selama 14 hari.

Sementara itu, pada Minggu (1/3/2020), pesawat Garuda Airbus A330 yang mengangkut WNI ABK Kapal Diamod Princess telah tiba di Indonesia melalui Bandara Kertajati Majalengka pada pukul 23.30 WIB. Jumlah WNI ABK Diamond Princess yang dijemput untuk kembali ke tanah air sebanyak 69 orang terdiri 67 laki-laki dan 2 perempuan. Semunya telah diperiksa kesehatannya dan dinyatakan sehat oleh otoritas kesehatan Jepang. Total WNI ABK Diamond Princess adalah 78 orang, namun hanya 69 orang yang ikut kembali ke Indonesia. Adapun 9 orang yang tidak tersebut karena karena 7 ABK terkonfirmasi positif COVID19 dan 2 WNI menjadi ABK kunci di Diamond Princess.

Setibanya di Indonesia, selanjutnya seluruh WNI dilakukan disinfeksi, kemudian dibawa ke pelabuhan PLTU Indramayu menggunakan 5 bus dari RSPAD Gatot Subroto berkapasitas 25 orang. dipilihnya pelabuhan di Indramayu adalah karena sepi dan jauh dari permukiman warga. Selain itu, infrastruktur di pelabuhan PLN Sumuradem memadai. Setelah turun dari bus akan dilakukan disinfeksi kembali, kemudian mereka masuk ke KRI Soeharso untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan kesehatan serta pengambilan spesimen oleh Balitbanges. Setelah seluruh pemeriksaan & spesimennya diambil, mereka selanjutnya berlayar menuju Pulau Sebaru Kecil da diperkirakan tiba pada Senin (2/3/2020) pukul 12.00 WIB.

Observasi WNI ABK Diamond Princess dan World Dream di Pulau Sebaru akan dilakukan secara terpisah dalam dua blok. Proses observasi di Pulau Sebaru Kecil akan dilaksanakan selama 2 x 14 hari. Sebelumnya, seluruh ABK baik World Dream maupun Diamond Princess telah melaksanakan masa observasi selama 14 hari di kapal masing-masing.

Saat ini, seluruh tenaga kesehatan dan peralatan pendukung untuk observasi telah disiapkan dengan optimal.Tim kesehatan yang diturunkan lengkap ada spesialis paru, spesialis penyakit dalam, spesialis jantung, spesialis anestesi, psikologi, tim kesehatan lingkungan, tim gizi, dan surveilans, berikut perangkat dan perawatnya.

Adapun tim kesehatan yang disiagakan untuk melayani masa observasi ada 2 kelompok yakni untuk ABK World Dream dan Diamond Princess.Tim kesehatan yang disiagakan untuk Diamond Princess ada 25 orang yang terdiri dari 5 tim kesehatan yang menjemput ke Jepang dan 20 orang yang telah berangkat ke Pulau Sebaru Kecil. Sementara itu, tim kesehatan untuk kapal World Dream berjumlah 34 orang. Mereka terdiri dari tim kesehatan gabungan diantaranya Kemenkes, RSPI Sulianti Saroso, RSUP Persahabatan, RSPAD Gatot Soebroto, RS Angkatan Laut, Batalyon Kesehatan Kostrad dan Marinir. Selain itu terdapat 62 orang yang merupakan Tim Gabungan TNI.

Pusat Krisis Kesehatan, dikoordinatori oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, dr. Budi Sylvana, MARS, ikut mendampingi seluruh proses ini untuk memastikan bahwa semua prosedur berjalan dengan baik. Tim akan bertempat di Posko Utama (KRI Semarang) dan selanjutanya di sebut Tim PKK Posko. ADapun Kementerian Kesehatan sendiri selain mengirimkan personil juga mengirimkan logistik kesehatan berupa : 531 set APD, 112 pcs Masker N95, 400 pcs Masker Bedah, dan 75 pcs Handscoon.

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait