Pembinaan Wilayah di Provinsi Maluku Fokus pada Penanganan COVID-19 dan Program Prioritas Kesehatan

Jumat, 06 November 2020

120

Pembinaan Wilayah di Provinsi Maluku Fokus pada Penanganan COVID-19 dan Program Prioritas Kesehatan

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dalam kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan tersendiri. Monitoring dan evaluasi penanganan COVID-19 merupakan wujud komitmen serta sinergi pusat dan daerah dalam mengoptimalkan program kesehatan di Indonesia termasuk di Provinsi Maluku. Hal ini disampaikan oleh Asisten II Setda Maluku M.Aly Masuku, S.Sos dalam sambutannya.

“Pembangunan kesehatan yang sistematis dan terencana serta adanya transisi Adaptasi Kebiasaan Baru dengan menerapkan Protokol kesehatan saat ini diharapkan dapat mengubah keadaan menjadi lebih baik untuk mengoptimalkan derajat kesehatan manusia” ujar Aly.

Bina wilayah Provinsi Maluku Tahun 2020 dihadiri dan dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kesehatan Kuwat Srihudoyo, M.Kes; didampingi oleh Direktur Fasilitas Pelayanan Kesehatan dr. Andi Saguni, MA; Asisten II Setda Maluku M.Aly Masuku, S.Sos; Kadinkes Provinsi Maluku dr. Meikyal Pontoh, M.Kes, Dirut RSUP J. Leimena dr. Celestius Eigya Munthe, Sp.KJ, M.Kes di Kantor Gubernur Provinsi Maluku (5/11).

Kegiatan yang berlangsung selama 2 hari terhitung sejak tanggal 5 November sampai 6 November 2020 tersebut, juga diikuti sebanyak 85 peserta luring dan daring yang terdiri dari peserta dari jajaran Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota , Perwakilan Rumah Sakit dan fasilitas Primer kesehatan Kabupaten/Kota.

Dalam Sambutannya, Kuwat juga mengamini bahwa kegiatan bina wilayah sebagai bentuk sinergisme antara pusat dan daerah dalam penanganan Pandemi COVID-19

“Dengan kegiatan bina wilayah, diharapkan terjadi sinergisme antara pusat, dinas kesehatan provinsi dan kab kota.Kita bisa bersama sama mengidentifikasi permasalahan dan mencari solusi bersama. Mari Kita sama-sama mencari solusi terbaik untuk Maluku dan Nasional pada umumnya” tegas Kuwat

Saat ini, Provinsi Maluku, per tanggal 3 November 2020 terjadi penurunan jumlah kasus aktif dari 605 pada pekan lalu, sekarang sudah di angka 563 dengan keterisian Tempat Tidur (TT) sebesar 10,59% dengan 170 TT Isolasi dan ICU dan 18 pasien yang dirawat. Dapat dikatakan kesiapan TT Isolasi dan ICU  RS Rujukan COVID-19 di Provinsi Maluku masih sangat mencukupi.

“Kita sangat berharap hal ini dapat selaras atau lebih baik dengan rata-rata kondisi di Indonesia, di mana angka kasus aktif menurun, angka kesembuhan meningkatkan, dan tren kasus meninggal menurun, saya yakin segenap komponen di Provinsi Maluku telah berupaya sekuat tenaga dalam penanganan Covid-19” Jelas Kuwat

 

 

Kuwat juga menyampaikan upaya penanggulangan COVID-19 agar dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya. Dari sisi promotif preventif misalnya tetap menggerakan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengab tertib. Kemudian dari sisi kuratif juga betul betul memperhatikan dan menjalanlan tatalaksana penanganan COVID-19 sesuai dengan pedoman revisi ke-5.

Selain COVID-19, Pemerintah Daerah juga diminta tetap fokus pada program prioritas kesehatan lainnya seperti imunisasi, peningkatan kehatan Ibu dan Bayi, peningkatan Kapasitas SDM Kesehatan, penanggulangan penyakit menular utama seperti HIV/AIDS, TBC dan malaria, serta ancaman emerging diseases lainnya.

“Dalam hal ini, peran fasilitas pelayanan kesehatan primer menjadi sangat penting. Oleh karena itu, Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) masih sangat relevan dan sangat tepat untuk kita lanjutkan dan bahkan diperkuat.” Tandas Kuwat

Pendekatan Keluarga menjadi salah satu cara Puskesmas untuk meningkatkan jangkauan sasaran dan mendekatkan atau meningkatkan akses pelayanan kesehatan di wilayah kerjanya dengan mendatangi keluarga.

Pada kesempatan yang sama juga sekaligus dilaksakan pemberian insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani COVID-19 di RSUP dr. J. Leimena serta bantuan secara simbolis untuk RSUD DR. M. Haulussy, RS Tk II Prof. dr. J.A. Latumeten, RS TNI AL dr. F.X. Suhardjo berupa baju hazmat 216 pcs, masker bedah 5000 pcs, tisu disinfektan 200 pcs dan rapid test 1000 pcs.

Sumber : sehatnegeriku.kemkes.go.id