Mengenal Gunung Berapi

Jumat, 18 Desember 2020

147

Mengenal Gunung Berapi

Dalam dua bulan ini kita dikejutkan dengan meletusnya 3 gunung berapi di Indonesia dalam rentang waktu yang tidak terlalu jauh. Berawal dari perubahan status Gunung Merapi di perbatasan Yogjakarta dan Jawa Tengah dari waspada ke siaga pada tanggal 05 November 2020, dilaporkan tak kurang 12 ribu orang terdampak di 4 kabupaten di Jawa Tengah dan Yogjakarta. Kemudian di Timur Indonesia Gunung berapi Ili Lewotolok di NTT erupsi pada tanggal 29 November 2020 tepatnya pukul 09.45 WITA, tercatat ada 17 desa di Kecamatan Ile Ape dan 9 desa di Kecamatan Ile Ape Timur di Kabupaten Lembata terdampak erupsi. Total ada 2.593 orang mengungsi dan lebih dari 16 ribu orang terdampak. Pada awal bulan Desember ini Gunung Semeru di Jawa Timur erupsi. Kabupaten Lumajang dan Malang yang kali ini terdampak erupsi Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, tak kurang 60 ribu orang terdampak erupsi di dua kabupaten ini.

Data yang dikeluarkan PVMBG terdapat 129 gunung berapi yang tersebar di Indonesia. Jumlah sebaran gunung berapi di Indonesia yaitu :

  1. Sumatera : 31 gunung berapi
  2. Jawa : 35 gunung berapi
  3. Bali  :   2 gunung berapi
  4. Lombok  :   1 gunung berapi
  5. Sumbawa :   2 gunung berapi
  6. Flores  : 24 gunung berapi
  7. Laut Banda :  9 gunung berapi
  8. Sulawesi   : 13 gunung berapi
  9. Kep. Sangihe  :   5 gunung berapi
  10. Halmahera :   7 gunung berapi

Dalam kesehariannya gunung berapi selalu dipantau dengan tingkat kegiatannya, terdapat 4 level kategori dalam mengklasifikasi kegiatan gunung berapi, yaitu :

  • Aktif Normal (Level I) : kegiatan gunung berapi berdasarkan pengamatan dari hasil visual, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya tidak memperlihatkan adanya kelainan.
  • Waspada (Level II)  : terjadi peningkatan kegiatan berupa kelainan yang tampak secara visual atau hasil pemeriksaan kawah, kegempaan dan gejala vulkanik lainnya.
  • Siaga (Level III) : peningkatan semakin nyata hasil pengamatan visual/pemeriksaan kawah, kegempaan dan metoda lain saling mendukung. Berdasarkan analisis, perubahan kegiatan cenderung diikuti letusan
  • Awas (level IV) : menjelang letusan utama, letusan awal mulai terjadi berupa abu/asap. Berdasarkan analisis data pengamatan, segera akan diikuti letusan utama.

Berdasarkan laporan kebencanaan geologi tanggal 18 Desember 2020, Saat ini gunung berapi dengan tingkat aktivitas level III (Siaga) adalah Gunung berapi Ili Lewotolok (Lembata, Nusa Tenggara Timur), Gunung berapi Merapi (Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah), Gunung berapi Sinabung (Sumatera Utara), Gunung berapi Karangetang (Sulawesi Utara).

Erupsi gunung berapi dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat, terutama material yang dihasilkan gunung berapi yang sedang erupsi. Pada kondisi bahaya langsung gunung berapi antara lain leleran lava (cairan lava pekat), awan panas, hujan abu, lahar letusan dan gas vulkanik beracun. Adapun bahaya sekunder terjadi saat atau setelah gunung berapi erupsi antara lain : hujan lahar, banjir bandang, dan longsoran vulkanik.

Sebaiknya daerah dengan sebaran gunung berapi ini telah memiliki mitigasi bencana terkait erupsi gunung berapi. Masyarakat pun harus terus diedukasi terkait penyelamatan diri saat terjadi erupsi dan titik-titik yang menjadi titik evakuasi. Pada saat letusan terjadi pastikan sudah berada di tempat pengungsian atau daerah lain yang aman dari dampak erupsi, tetap menggunakan masker dan kacamata pelindung, selalu memperhatikan arahan pihak berwenang, bila melakukan evakuasi usahakan tidak melintasi sungai yang berhulu pada gunung berapi yang erupsi karena dikhawatirkan awan panas dan lahar akan mengalir melalui alur sungai tersebut.

Pada bencana erupsi penyakit yang sering timbul antara lain : gangguan saluran pernafasan, gangguan mata dan penyakit kulit. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dari paparan abu vulkanik :

  • Jangan merokok dan hindari asap rokok
  • Tetap berada di dalam ruangan dan gunakan AC jika memungkinkan.
  • Minumlah banyak cairan
  • Minimalisir aktivitas di dalam ruangan
  • menggunakan pakaian panjang dan kacamata
  • Selalu mengunakan masker untuk melindungi saluran pernapasan.
  • Jika menggunakan lensa kontak, sebaiknya segera melepasnya untuk menghindari abrasi pada kornea mata.

Sumber : Buklet-gunungapi, PVMBG, Bersahabat dengan Gunung Berapi-Pusat Krisis Kesehatan, American Lung Asociation, kompas.com