Pelaksanaan Seminar Nasional SNI Kebencanaan 2022

90

Pelaksanaan Seminar Nasional SNI Kebencanaan 2022

Tepat pada tanggal 29 maret 2022, Badan nasional Penanggulan Bencana (BNPB) mengadakan seminar Nasioal guna membahas SNI Kebencanaan. Pelaksanaan seminar tersebut merupakan bentuk memperkenalkan serta mendalami terkait SNI 9050/2022 tentang sistem penanganan bencana epidemi dan SNI AESO 22301/2019 tentang sistem menejemen  kelangsungan usaha persyaratan yang sangat berkaitan dengan kondisi indonesia saat ini yaitu pada masa pandemi dan pemulihan pandemi.

Seminar yang dilakukan secara daring dan luring tersebut, turut dihadiri oleh Deputi bidang penerapan standart dan penilaian kesesuaian BSN, Kepala Pusat Krisis kesehatan dan para peserta lainnya dari berbagai instansi. Sebagai pembukaan pada acara seminar pada Selasa pagi tersebut, Dr. Raditya Jati, S.Si., M.Si. selaku Deputi bidang sistem dan strategi serta Deputi Penerapan standart dan penilaian kesesuaian BSN Dr. Zakiyah memberikan sambutan dan sekaligus membuka kegiatan seminar.

Pada kesempatan tersebut, dr. Ira Indira Tresna selaku koordinator bidang evaluasi dan informasi serta Project Manager Office untuk bidang pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, serta health security dari kementerian Kesehatan yang mewakili Pusat Krisis Kesehatan selaku penanggap pada kegiatan seminar nasional SNI Kebencanaan tersebut.

Dalam keterangannya, dr. ira mengharapkan adanya penetapan standart ini menjadi sebuah standart yang akan membuat kementerian lembaga tidak  berjalan sendiri-sendiri, melainkan tetap terstruktur. Selain itu, adanya standart ini juga diharapkan bisa menjadi sebuah langkah antisipasi di masa mendatang apabila Pandemi terjadi kembali dimasa mendatang, sehingga risiko krisis kesehatan dapat lebih diminimalisir.

Sebagai penutup, adanya seminar tersebut diharapkan mampu mengenalkan serta menginternalisasi maksud serta tujuan dari adanya SNI kebencanaan yang menjadi topik utama dalam kegiatan seminar tersebut. Sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kolaborasai penanganan bencana yang baik dan terstruktur, khususnya dalam melakukan penanganan pandemi.