Perkembangan Akibat Letusan Gunung Merapi tanggal 7 November 2010

Share
By November, 08 2010
Perkembangan Akibat Letusan Gunung Merapi tanggal 7 November 2010

Perkembangan akibat letusan Gunung Merapi hingga tanggal 7 November 2010.

Perkembangan akibat letusan Gunung Merapi hingga tanggal 7 November 2010.

Pada tanggal 26 Oktober 2010 terjadi meletusnya Gunung merapi pada pukul 17.02 WIB, Gunung Merapi terletak di 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Magelang, Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali di Provinsi Jawa Tengah serta Kabupaten Sleman di Provinsi DI Yogyakarta.


Pada tanggal 5 November 2010 pukul 01.00 - 06.00 terjadi erupsi lanjutan yang sangat besar dengan radius luncuran awan panas semakin jauh sehingga menimbulkan korban meninggal dan luka-luka.

Pada tanggal 7 November 2010 pukul 00.00 - 06.00 WIB Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi melaporkan bahwa semakin bertambahnya material erupsi di sepanjang alur sungai yang berhulu dari puncak G. Merapi dan tingginya intensitas hujan di sekitar G. Merapi, maka berpotensi terjadi banjir lahar. *)

Status kegiatan Gunung Merapi masih ditetapkan pada tingkat Awas (level 4) dengan wilayah aman bagi para pengungsi adalah di luar radius 20 km dari puncak G. Merapi. *)

SITUASI SAAT INI

1. Permasalahan Kesehatan *)

a. Total korban meninggal dunia sebanyak 152 orang, (Kab. Sleman 129, Kab. Magelang 11, Kab Boyolali 3, Kab. Klaten 9) *)

b. Total korban rawat inap 968 orang, yang masih dirawat s/d tanggal 7 November : 438 orang. (Data terlampir) *)

c. Total kunjungan di Pos Kesehatan yaitu sebanyak 16.640 orang (10.067 orang di Prov. Jawa Tengah dan 6.573 di Prov. DI Yogyakarta). Penyakit ISPA merupakan penyakit terbanyak.

d. Jumlah Pos Kesehatan sebanyak 169 pos dengan rincian 33 pos di Provinsi DIY dan 136 pos di Provinsi Jawa Tengah. *)

e. Pos Kesehatan belum terkoordinir dengan baik. *)

f. Perlu diadakan Pelayanan Kesehatan Keliling, untuk memberikan pelayanan kesehatan ke tempat-tempat pengungsian yang jumlah pengungsinya sedikit.

g. Kasus kesehatan jiwa semakin meningkat. *)

2. Pengungsian

a. Total pengungsian di Prov. Jawa Tengah dan Prov. DI Yogyakarta sebanyak 178.323 orang (64.588 orang di Kab. Magelang, 3.974 di Kab. Boyolali, 53.511 di Kab. Klaten dan 54.153 di Kab. Sleman). Saat ini pengungsian sebagian besar dipindahkan ketempat yang lebih aman (radius 20 km). Lokasi pengungsian di Kab. Sleman di pindahkan ke Stadion Sepakbola Maguwo Mangunharjo Sleman, GOR Sleman dll *)

b. Upaya yang Telah Dilakukan :

  • Mendirikan Pos Kesehatan di setiap lokasi pengungsian .
  • Memberikan pelayanan kesehatan di Pos Kesehatan
  • Melakukan upaya kesehatan reproduksi.
  • Melakukan pendataan anak usia 5 - 29 bulan untuk dilakukan imunisasi campak.
  • Sepuluh penyakit terbesar di lokasi pengungsian di Prov. DI Yogyakarta tanggal 7 November sebagai berikut :

Grafik. 10 Penyakit terbesar di lokasi pengungsian

di Provinsi DI. Yogyakarta

Grafik 10 Penyakit terbesar di lokasi pengungsian

di Provinsi Jawa Tengah

1. Upaya yang dilakukan

a. Kementerian Kesehatan

1. Bantuan yang dimobilisasi :

  • Mengirimkan Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana sejak tanggal 25 Oktober 2010 s/d sekarang.
  • Mengirimkan bantuan obat-obatan dan alat kesehatan yang dibutuhkan. Daftar terlampir.
  • Memberikan biaya operasional sebanyak Rp. 500 juta (Rp.200 juta sudah di serahkan dan Rp. 300 juta akan menyusul)
  • Mengirimkan bantuan logistik berupa :

- Masker habis pakai sebanyak 428.000 pcs dan masker kain 10 boks

- MP ASI sebanyak 16 ton

- Alat Kesehatan dan Obat-obatan untuk RSUP Dr. Sardjito (daftar terlampir).

- Sprei dan Selimut untuk RSUP Dr. Sardjito

2. Pelayanan Kesehatan :

­Rumah Sakit yang diperbantukan untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi korban bencana letusan Gunung Merapi yaitu :

  • RSUP DR Sardjito
  • RS Panti Rapih
  • RS. Bethesda
  • RS Bayangkara
  • RS Hardjo Lukito
  • PKU Muhammadiah I
  • PKU Muhammadiah II
  • RS. DKT Yogyakarta
  • RS. JIH
  • RS Panti Rini
  • RSUP Soeradji
  • RSI Manis Renggo
  • RSJ Soejarwadi
  • RSU Muntilan
  • RS N21
  • RSI Aisiyah
  • RSUD Tidar Magelang
  • RST Dr. Soedjono
  • RSUD Boyolali

- Memberikan pelayanan kesehatan di puskesmas-puskesmas di lokasi bencana.

b. Dinas Kesehatan Provinsi Jateng

Mengkoordinir bantuan baik logistik maupun SDM yang akan bertugas di daerah bencana.

c. Dinas Kesehatan Provinsi DIY

Mengkoordinir bantuan baik logistik maupun SDM yang akan bertugas di daerah bencana.

d. Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang

Memobilisasi tenaga medis dan non medis

e. Dinas Kesehatan Kab. Klaten

Memobilisasi tenaga medis dan non medis

f. Dinas Kesehatan Kab. Sleman

Memobilisasi tenaga medis dan non medis

g. Polda DI Yogyakarta

Mengirimkan Tim DVI

4. Bantuan yang dibutuhkan (daftar terlampir) *)

III. POTENSI MASALAH KESEHATAN

1. Gambaran :

a. Pengungsi

­ Seluruh pengungsi harus di pindahkan ke lokasi yang aman yaitu radius 20 km.

­ Jumlah dan lokasi pengungsi masih belum terdata lengkap.

­ Pos Kesehatan di Kabupaten Sleman belum terkoordinasi dengan baik.

­ Aliran listrik di sebagian besar Puskesmas dan Pos Kesehatan di Kabupaten Magelang terputus sehingga pelayanan kesehatan tidak dapat dilakukan secara maksimal.

­ Kebutuhan alat kesehatan (stetoskop dan tensimeter) untuk pelayanan kesehatan di pengungsian.

b. Rumah Sakit

­ Banyak korban luka bakar dan kecelakaan lalu lintas.

­ Banyak kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan yang harus segera dipenuhi

­ Membutuhkan tenaga Dokter Spesialis Bedah Plastik di RSUD Sardjito.

­ Membutuhkan alat kesehatan dan obat-obatan.

c. Lain-lain

­ Banyak kebutuhan alat kesehatan dan obat-obatan yang harus segera dipenuhi

­ Membutuhkan tenaga Dokter Spesialis Bedah Plastik di RSUD Sardjito.

­ Membutuhkan alat kesehatan dan obat-obatan.

2. Rencana Tindak Lanjut

a. Segera mendirikan Pos Kesehatan di lokasi pengungsian yang baru

b. Perlu dilakukan pertemuan koordinasi dari seluruh sektor yang mendukung bidang kesehatan baik dari lintas program, Rumah Sakit yang memberikan pelayanan kesehatan, lintas sektor dan LSM untuk lebih mengoptimalkan pelayanan kesehatan di Kota Yogyakarta, Kab. Magelang, Kab. Klaten, Kab. Boyolali dan Kab. Sleman.

c. Perlu ada penyelarasan data dari Kabupaten, Provinsi maupun Pusat.

d. Perlu ada kewaspadaan adanya peningkatan penyakit potensial KLB di pengungsian.

e. Mengupayakan tambahan tenaga psikiater dan psikolog.

f. Kementerian Kesehatan berencana untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit baik tenaga dan logistik serta menambah biaya operasional sebesar Rp 300 juta (Kab. Sleman Rp 100 juta, Kab. Magelang Rp 100 juta, Kab. Boyolali Rp 50 juta dan Kab. Klaten Rp 50 juta).

g. Merpersiapkan bantuan SDM dari RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo, RSUP Persahabatan, RSUP Fatmawati, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar dan RSUP Dr Hasan Sadikin Bandung.

h. Sekretaris Jenderal telah menyusun daftar Piket Tim Penanggulangan Krisis Kesehatan akibat Bencana Letusan Gunung Merapi untuk pejabat eselon I dan II

i. Puskes TNI akan mendirikan Rumah Sakit Lapangan dengan 15 tempat tidur dan 40 personil.

j. Rapat koordinasi Senin, 8 November 2010 pukul 09.00 WIB di pimpin Sekretaris Jenderal untuk evaluasi Merapi, Mentawai, dan Wasior.

Keterangan: *) Informasi terbaru



Lampiran 1

JUMLAH KORBAN AKIBAT LETUSAN GUNUNG MERAPI

DI RUMAH SAKIT JAWA TENGAH DAN DIY

MENINGGAL HARI INI

TOTAL KORBAN MENINGGAL (tgl. 26 Oktober s/d hari ini)

RAWAT INAP

TOTAL KORBAN RAWAT INAP (tgl. 26 Oktober s/d hari ini)

PASIEN RAWAT JALAN HARI INI

TOTAL KORBAN RAWAT JALAN (tgl. 26 Oktober s/d hari ini)

TOTAL RAWAT INAP + RAWAT JALAN (tgl. 26 Oktober s/d hari ini)

PASIEN BARU HARI INI

PASIEN YG MASIH RAWAT INAP

DI YOGYAKARTA

LUKA BAKAR

NON LUKA BAKAR

LUKA BAKAR

NON LUKA BAKAR

RSUP Sardjito

0

0

125

30

47

104

181

0

132

313

RS Panti Rapih

0

0

0

0

0

36

36

0

0

36

RS Bethesda

0

0

2

0

0

9

10

2

9

19

RS Panti Nugroho

RS Ghrasia

RS Bhayangkara

0

0

0

0

0

0

0

0

9

9

RS Hardjo Lukito

0

0

0

0

0

0

0

0

6

6

RS PKU Muhammadiyah I

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

RS PKU Muhammadiyah II

0

0

0

0

0

12

147

0

0

147

RSUD Sleman

0

1

2

0

6

23

29

53

110

139

RS DKT

0

0

0

1

7

13

21

0

0

21

JIH

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

RS Panti Rini

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

JAWA TENGAH

Kab. Klaten

RSUP. Soeradji Tn

0

0

8

0

0

87

92

6

51

143

RSI Manis renggo

0

0

1

0

0

10

22

0

157

179

RSJ Soejarwadi

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

RS Islam Klaten

0

0

0

0

0

0

0

0

76

76

Kab. Magelang

RSU Muntilan

0

0

8

0

0

65

218

0

290

508

RS N21

0

0

0

0

0

0

8

0

0

8

RSI Aisiyah

0

0

0

0

0

0

0

2

2

2

RSUD Tidar

0

0

1

0

17

38

59

4

13

72

RST Dr. Soedjono Magelang

0

1

2

0

8

41

49

7

19

68

RSJ Magelang

0

0

0

0

0

0

0

0

0

0

Kab. Boyolali

0

0

3

0

0

0

0

0

0

0

RSU Cepogo

0

0

0

0

0

0

72

0

11

83

RSUD Boyolali (Pandanaran)

0

0

0

0

0

0

24

0

7

31

JUMLAH

0

2

152

31

85

438

968

74

892

1860

Lampiran 2

DAFTAR USULAN KEBUTUHAN

BENCANA LETUSAN GUNUNG MERAPI

Tanggal 5 November 2010

NO.

LOKASI

JENIS BARANG

JUMLAH

RSUP DR. SARDJITO DAN RS DKT MAGELANG

Ventilator ICU

4

unit

Mesin Anestesi

1

unit

Resusitator

18

unit

Syringe pump

40

unit

Flow meter & tabung O2

30

unit

Flow meter dinding

15

unit

Bed side monitor

12

unit

Suction dinding

15

unit

Selang O2

30

set

Mask O2

12

set

Infusion pump

40

unit

Bed side monitor

18

unit

Central monitor

1

unit

Suction pump

10

unit

Laryngoscope dewasa

5

buah

Laryngoscope anak

5

buah

CVC Set

30

unit

Emergency kit

10

set

Manometer

15

unit

Medical Kit (Minor Surgery dll).

DAFTAR USULAN KEBUTUHAN

BENCANA LETUSAN GUNUNG MERAPI

Tanggal 6 November 2010

NO.

KABUPATEN

JENIS BARANG

JUMLAH

1

Kabupaten Kulon Progo

MASKER

20,000

pcs

Sarung Tangan

1,000

Buah

2

Kabupaten Magelang

Genset

30

Buah

Tensimeter

100

Buah

Stetoskop

100

Buah

3

RSP Dr. Sardjito

Syringe pump

9

Unit

Infusion Pump

4

Unit

Resuscitator Dewasa

5

Buah

Resuscitator Anak

5

Buah

Laryngoscope Dewasa

5

Buah

Laryngoscope Anak

4

Buah

Flowmeter tabung

30

Buah

Flowmeter dinding

10

Buah

Lampiran 3

Kebutuhan Dr. Spesialis Bedah Plastik di RS. Sardjito

No

Tanggal

Nama Rumah Sakit

1

9 - 11 November

RSCM + RS. Pertamina

2

11 - 13 November

RS. Fatmawati

3

13 - 15 November

RS. Persahabatan

4

15 - 17 November

RS. Wahidin

5

17 - 19 November

RS. Hasan Sadikin

6

19 - 21 November

RS. Sanglah

Catatan : masing-masing Rumah Sakit diharapkan mengirimkan 2 orang dan waktu pergantian overlapping

Lampiran 4

DAFTAR ALAT YANG TELAH DIKIRIMKAN

DARI DITJEN BINA YANMEDIK

No

Nama Alat

Jumlah

1

Oxygen Regulator

5 set

2

Resuscitator baby

2 unit

3

Venturi Mask Dewasa

10 buah

4

Rebreathing Mask Dewasa

10 buah

5

Rebreathing Mask Anak

5 buah

6

Selimut

15 buah

7

Sprey

25 lembar

DAFTAR OBAT YANG TELAH DIKIRIMKAN

DARI DITJEN BINA YANFAR

NO

NAMA OBAT

KEMASAN

JUMLAH

1

IV Catheter No.18 ( Abbocath 18)

Set/piece

100

2

IV Catheter No.20 ( Abbocath 20)

Set/piece

100

3

Alat Suntik sekali pakai 5 ml

Ktk @ 100 set

3

4

Aqua Pro injeksi Steril

Ktk @ 10 vial @ 25 ml

3

5

Cefadroxil 500 mg

Ktk @ 50 kap

60

6

Cefotaxime 1g inj

Ktk@ 2 Vial

108

7

Diazepam 2 mg tablet

Btl @ 1000 tablet

1

8

Diazepam 5 mg tablet

Btl @ 250 tablet

1

9

Garam Oralit 200 ml

100 kantong

3

10

Gentamisin injeksi 80 mg/ 2 ml

Kotak 5 Ampul

10

11

Ibuprofen 200 mg tablet

Botol 100 tablet

3

12

infusion set anak

Set

100

13

infusion set dewasa

Set

100

14

IV Cathter N0.24 ( Abbocath 24)

Set/piece

100

15

Kloramfenikol salep mata 1 %

Ktk 24 tube

20

16

INFO BENCANA/KRISIS KESEHATAN
Pilih Provinsi



DATA KESIAPSIAGAAN


SOSIAL MEDIA + APPS
Link Terkait
© 2020 - Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia