Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Join External Evaluation (JEE) 2023

681

Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Join External Evaluation (JEE) 2023

Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Join External Evaluation (JEE) 2023

 

Pusat Krisis Kesehatan telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Persiapan Penilaian Join External Evaluation (JEE) 2023 pada tanggal 4 September 2023 di Hotel Avenzel Bekasi secara hybrid.

 

Pertemuan ini dibuka oleh Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Dr. Sumarjaya. Narasumber dari PKK dan WHO Indonesia. Peserta pertemuan adalah perwakilan dari lintas program dan lintas sektor terkait. Pusjak KGTK, WHO Indonesia, dan Sekretariat GHSA turut mendampingi.

 

Pertemuan diselenggarakan dengan tujuan untuk melakukan sosialisasi terkait penilaian JEE tahun 2023 dan melakukan koordinasi antara Pusat Krisis Kesehatan dengan lintas program dan lintas sektor dalam melakukan penilaian JEE untuk technical area yang di-lead oleh Pusat Krisis Kesehatan.

 

JEE merupakan salah satu komponen dari International Health Regulation Monitoring dan Evaluation Framework (IHRMEF) untuk menilai dan menguji kapasitas-kapasitas inti International Health Regulation (IHR 2005) dalam prevent, detect, respond, and other hazard. JEE bersifat sukarela, kolaboratif, dan konsultatif melibatkan multisector dan mitra internasional, dilaksanakan setiap 4-5 tahun sekali. Penilaian JEE dilakukan melalui diskusi peer to peer, keterbukaan/transparansi data dengan menunjukan dokumen pendukung dan kunjungan lapangan (side visit) oleh tim eksternal JEE.

 

Terdapat beberapa technical area dalam tools penilaian JEE dan Pusat Krisis Kesehatan merupakan koordinator pada Technical Area Health Emergency Management. Ada 6 komponen yang dinilai dalam Technical Area ini, yaitu 1) Emergency Risk Assessment and Readiness, 2) Public Health Emergency Operations Centre, 3) Management of Health Emergency Response, 4) Activation and Coordination of Health Personnel and Teams in a Public Health Emergency, 5) Emergency Logistics and Supply Chain Management dan Research, dan 6) Development dan Innovation.

 

Untuk dapat memberikan nilai pada komponen-komponen tersebut, perlu koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor terkait agar penilaian bersifat komprehensif, data dukung lengkap dan dapat memberi skor yang obyektif dan sesuai dengan kapasitas yang dimiliki oleh negara.

 

Pertemuan dimulai dengan pemaparan oleh Kepala PKK dan WHO Indonesia, dilanjutkan dengan diskusi kelompok masing-masing komponen, pemaparan hasil dan nilai dan diakhiri penutupan oleh Ketua Tim Kerja Kerja Sama UN dan Kemitraan Lainnya dan Ketua Tim Kerja Evaluasi, Rehabilitasi dan Rekonstruksi.