Rapid Health Assessment (RHA) Banjir Provinsi Kalimantan Barat, 16 November 2021

Wednesday, 17 November 2021

71

Rapid Health Assessment (RHA) Banjir Provinsi Kalimantan Barat, 16 November 2021

Jakarta, 17 November 2021

Salam sehat #sobatkriskes
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini ancaman La Nina yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi khususnya banjir diwilayah indonesia menjelang akhir tahun 2021 sampai awal tahun 2022. Pada akhir bulan Oktober 2021 sampai dengan saat ini Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu wilayah yang dilanda banjir sampai dengan saat ini, diantaranya Kabupaten Sintang.

Kementerian Kesehatan melalui Pusat Krisis Kesehatan telah mengirimkan tim Rapid Health Assessment (RHA) yang dipimpin oleh Sub Koordinator Sub-Substansi Fasilitasi Tanggap Darurat dr. Rakhmad Ramadhanjaya Senin (15/11). Pada Selasa (16/11) Tim Pusat Krisis Kesehatan bertemu dengan Kepala Dinas Provinsi Kalimantan Barat untuk memperoleh informasi terkait pengelolaan tanggap darurat krisis kesehatan di wilayah Provinsi Kalimantan Barat, terutama di Kabupaten Sintang.

Pada siang harinya tim Pusat Krisis Kesehatan melanjutkan menuju ke Kabupaten Sintang bersama dengan tim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan. Tim Pusat Krisis Kesehatan akan melakukan pendampingan dalam pengelolaan tanggap darurat krisis kesehatan dan menggali informasi lebih lanjut untuk mengidentifikasi permasalahan penanganan krisis kesehatan kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

Tim Pusat Krisis Kesehatan akan melakukan pendampingan kepada Dinas Kabupaten Sintang dalam pengelolaan tanggap darurat krisis kesehatan yang meliputi manajemen maupun teknis, seperti manajemen sekretariat penanganan krisis kesehatan, manajemen registrasi relawan kesehatan, manajemen pelaporan dan lain sebagainya.

Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayah Kabupaten Sintang sendiri telah melakukan upaya pelayanan kesehatan keliling menggunakan pusling air. Sementara untuk tim Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat yang berangkat bersama Tim Pusat Krisis Kesehatan akan melakukan pelayanan kesehatan di lokasi yang sudah ditentukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang. Tim Dinas Kesehatan Provinsi terdiri dari dokter spesialis 2 orang (Spesialis kulit dan kelamin, dan Spesialis anak), Dokter Umum 1 orang, Perawat 5 orang, Ahli Gizi 1 orang dan Apoteker/farmasi 1 orang.

Tim Pusat Krisis Kesehatan melakukan Rapid Health Assessment (RHA) dan mengirimkan bantuan obat-obatan pelayanan kesehatan dasar dan logistik sarana prasarana pelayanan kesehatan berupa tenda rangka 5 unit, velbed 20 unit, perahu karet 2 unit beserta kelengkapannya, oksigen konsentrator 200 unit, APD 600 pcs, masker bedah 15.000 pcs dan handscoon 30.000 pcs ke Provinsi Kalimantan Barat Senin (15/11). Bantuan tersebut telah sampai di Bandar Udara Internasional Supadio pada Selasa (16/11) dan akan dikirimkan ke Dinas Provinsi Kalimantan Barat untuk di distribusikan.