Second South East Asia (SEA) Regional Emergency Medical Team (EMT) Working Group Meeting

101

Second South East Asia (SEA) Regional Emergency Medical Team (EMT) Working Group Meeting

Jakarta, 08 Juni 2022

Indonesia bersama Thailand telah menjadi Co-Chairman dalam SEARO EMT Working Group sejak tahun 2019. Dalam rangka pergantian Co-Chairman SEARO EMT Working Group, WHO SEARO menyelenggarakan Second South East Asia (SEA) Regional Emergency Medical Team (EMT) Working Group Meeting. Kepala Pusat Krisis Kesehatan, Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc sebagai representatif dari Indonesia, menghadiri Pertemuan Kedua South East Asia (SEA) Regional Emergency Medical Team (EMT) Working Group Meeting secara daring pada tanggal 8 Juni 2022. Pertemuan ini diikuti oleh seluruh negara anggota WHO SEARO dan Anggota Disaster Medical Team (DMT) diantaranya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selaku yang sudah teregistrasi WHO, Yayasan Dompet Dhuafa Indonesia dan Budha Tzu Chi Indonesia.

Dalam pertemuan ini, selain diskusi pemilihan Co-Chairman SEARO EMT Working Group tahun 2022 - 2023 juga dilakukan diskusi terkait rencana kerja prioritas dan tindakan atau kegiatan prioritas untuk mengimplementasikan rancangan kerangka kerja pengembangan EMT di nasional.

Pertemuan ini diselenggarakan dalam 2 sesi, pada sesi pertama semua perwakilan negara anggota SEARO menyampaikan statement terkait dengan EMT dan perkembangannya. Selanjutnya pada sesi kedua Kepala Pusat Krisis Kesehatan mempresentasikan National EMT Development and Quality Assurance dan diskusi bersama negara anggota SEARO. Dalam diskusi tersebut, Pusat Krisis Kesehatan mendorong WHO SEARO dapat mempercepat proses klasifikasi EMT Tipe 1 Fix MDMC.

Pertemuan ini diakhiri dengan pemilihan Co-Chairman SEARO EMT Working Group, dimana Thailand dan India terpilih menjadi Co-Chairman dalam SEARO EMT Working Group tahun 2022 – 2023.

Dengan adanya pertemuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan respon tanggap darurat Kesehatan secara berkelanjutan, mempromosikan dan mematuhi/mengadopsi standar kualitas dari EMT dan memperkuat kapasitas pemangku Kesehatan nasional untuk mengaktifkan, memobilisasi, dan mengkoordinasikan respon EMT nasional dan internasional dengan dukungan WHO dan mitra terkait. Selain itu, pertemuan ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan kesehatan Indonesia terutama pada pengembangan Disaster Medical Team (DMT) Nasional.