Waspada Demam Berdarah Dengue

50

Waspada Demam Berdarah Dengue

Pusat Krisis Kesehatan mengingatkan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) memasuki tahun 2026. Penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Indonesia.

Berdasarkan data nasional, sejak Januari hingga Desember 2025 telah dilaporkan sebanyak 161.752 kasus dengue dengan Incidence Rate (IR) sebesar 50,23 per 100.000 penduduk. Dari jumlah tersebut, tercatat 673 kematian dengan Case Fatality Rate (CFR) mencapai 0,42%. Angka ini menunjukkan bahwa dengue masih berdampak signifikan terhadap angka kesakitan dan kematian di berbagai wilayah.

Penyebaran kasus dengue pada tahun 2025 hampir merata, meliputi 475 kabupaten/kota di 36 provinsi. Sementara itu, kasus kematian akibat dengue dilaporkan terjadi di 224 kabupaten/kota yang tersebar di 31 provinsi, menandakan luasnya wilayah terdampak dan perlunya kewaspadaan lintas sektor.

Pusat Krisis Kesehatan menekankan bahwa perubahan iklim, tingginya mobilitas penduduk, serta kondisi lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk menjadi faktor penting meningkatnya risiko penularan dengue. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus terus diperkuat melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN), penerapan 3M Plus, peningkatan surveilans epidemiologi, serta kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan dalam penanganan kasus.

Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam pengendalian dengue. Deteksi dini gejala, segera mencari pertolongan medis, serta menjaga kebersihan lingkungan diharapkan dapat menekan angka kesakitan dan kematian akibat DBD.

Memasuki tahun 2026, Pusat Krisis Kesehatan mengajak seluruh pihak untuk tidak lengah dan terus memperkuat kolaborasi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Demam Berdarah Dengue demi melindungi kesehatan masyarakat Indonesia.