Cegah Dampak Gempa dengan 5 Langkah Pencegahan

124

Cegah Dampak Gempa dengan 5 Langkah Pencegahan

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak gunung aktif dan sering mengalami gempa bumi, baik dalam skala besar maupun kecil. Sehingga  dengan keadaan demikian, edukasi terkait kiat pencegahan dampak dari gempa bumi menjadi penting untuk ditanamkan kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di lokasi rawan gempa.

Adanya edukasi tersebut, dapat dilakukan secara bertahap, dimulai dari persiapan dalam menghadapi gempa, hingga evakuasi pasca terjadinya gempa. Sehingga dengan demikian, dapat meminimalisir adanya potensi korban luka maupun korban jiwa.

Berikut ini adalah 5 langkah yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah dampak dari gempa yang ada di Indonesia, diantaranya adalah:

  1. Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi terjadi.

  2. Melakukan latihan yang dapat bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa bumi, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun dengan bersembunyi di bawah meja.

  3. Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar dan persediaan obat-obatan.

  4. Membangun konstruksi rumah yang tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat. Selain itu, anda bisa merenovasi baguan bangunan yang sudah rentan.

  5. Memperhatikan daerah rawan gempa bumi dan aturan seputar pengguna lahan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Gempa memang salah satu bencana yang sulit diprediksi, namun dengan adanya langkah antisipasi untuk mencegah dampak gempa diatas, diharapkan dapat memberikan kesiapan kepada seluruh masyarakat untuk menghadapi gempa.

Tidak hanya itu, 5 langkah diatas juga diharapkan memberikan pengaruh terhadap pengurangan jumlah korban dari gempa di daerah-daerah rawan di Indonesia.

Tetap waspada dan terapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama berada di lokasi pengungsian gempa. Segera lakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat yang tidak terdampak apabila mengalami gejala penyakit atau cedera selama melakukan proses evakuasi, agar bisa segera mendapatkan penanganan dari petugas kesehatan secara cepat dan tepat.