Kasus Gagal Ginjal Akut Mulai Menurun

213

Kasus Gagal Ginjal Akut Mulai Menurun

Setelah dalam beberapa waktu Indonesia mengalami masalah kesehatan gagal ginjal akut, akhirnya tepat pada 27 Oktober 2022 Indonesia menemukan titik terang, hal ini dinyatakan oleh dr. Mohammad Syahril selaku Juru Bicara Kementerian Kesehatan.

Dalam keterangannya, dr. Syahril mengungkapkan bahwa hingga Rabu 26 Oktober 2022, terdapat 18 kasus gagal ginjal akut, sehingga saat ini tercatat total kasus sebanyak 269. Namun demikian, 18 kasus yang telah dilaporkan bukanlah kasus baru, melainkan akumulasi dari kasus sebelumnya yang baru dilaporkan ke Kemenkes.

Lebih lanjut, dari Syahril juga mengungkapkan bahwa dari 18 kasus yang dilaporkan, hanya 3 yang merupakan kasus baru. Dengan demikian, dapat dinyatakan bahwa kasus baru gagal ginjal akut mengalami penurunan.

Kecenderungan tidak adanya penambahan kasus yang tinggi ini merupakan dampak dari adanya kebijakan penghentian pembuatan obat sirup pada anak dalam sementara waktu. Namun demikian, penurunan kasus gagal ginjal akut tidak membuat pemerintah berhenti untuk melakukan tindakan antisipatif.

Saat ini diketahui bahwa pemerintah akan terus melakukan pemantauan terkait perkembangan kasus gagal ginjal akut, terutama pada 5 provinsi yang memiliki catatan pasien terbanyak, seperti DKI jakarta, Aceh, Bali, banten, dan Jawa barat.

Selain langkah antisipatif yang dilakukan oleh pemerintah, masyarakat diharapkan juga turut mengambil peran untuk melakukan sinergi dan berkolaborasi untuk menyelamatkan nyawa anak Indonesia dengan cara tetap waspada dan tidak panik, serta memberhentikan pemberian obat dalam bentuk cair/sirup kepada anak untuk sementara waktu.