Siklon Tropis SEROJA Terpantau Di Laut Sawu, NTT, Masyarakat Diminta Waspada

Senin, 05 April 2021

124

Siklon Tropis SEROJA Terpantau Di Laut Sawu, NTT, Masyarakat Diminta Waspada

Siklon Tropis SEROJA terpantau oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berada di Laut Sawu pada tanggal 5 April 2021 pukul 01.00 WIB. Tepatnya di Lawu Sawu sebelah barat daya Pulau Timor, 10.0 LS, 122,7 BT atau sekitar 95 km sebelah utara barat laut Rote. Siklon ini bergerak dengan kecepatan 16 km/jam ke arah barat laut menjauhi wilayah Indonesia.

BMKG memperkirakan intensitas Siklon Tropis SEROJA akan terus meningkat dalam 24 jam ke depan dan bergerak ke arah barat daya. Hal ini akan berdampak pada kondisi cuaca di beberapa daerah di Indonesia terutama wilayah Indonesia timur.

Dampak cuaca akibat Siklon ini antara lain adalah hujan lebat yang disertai angin kencang dan kilat/petir yang diperkirakan akan melanda Nusa Tenggara Timur. Kemudian, BMKG juga memprediksi akan terjadi hujan sedang disertai kilat/petir serta angin kencang yang terjadi di Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Maluku.

Selain itu, gelombang laut tinggi juga akan terjadi di beberapa selat timur Indonesia. Gelombang laut setinggi 1,25 – 2,5 meter diprediksi terjadi di Selat Sumba bagian timur, Selat Sape, Laut Sumbawa, Perairan utara Sumbawa, Selat Wetar, Perairan Kep. Sabalana hingga Kep. Selayar, Perairan selatan Baubau – Kep. Wakatobi, Perairan Kep. Sermata – Leti, Laut Banda bagian utara, dan Laut Arafuru bagian barat.

Sementara itu, Selat Sumba bagian barat, Laut Flores, Perairan selatan Kep. Flores, Perairan selatan P. Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, dan Laut Banda selatan bagian barat diprediksi akan terjadi gelombang laut setinggi 2,5 – 4,0 meter. Sedangkan, Perairan Kupang – P. Rote, Samudera Hindia selatan NTT, dan Laut Timor selatan NTT diprediksi oleh BMKG akan terjadi gelombang laut setinggi 4,0 – 6,0 meter.

BMKG mengimbau untuk masyarakat Indonesia khususnya daerah timur untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrim akibat peralihan musim yang terjadi.

Sumber: Twitter BMKG